11 January 2011

Senjata tradisional Badik Tumbuk Lado

Orang-orang Kepulauan Riau sering menyebutnya Badik Tumbuk Lado. Senjata tradisional ini adalah sejenis keris khas kepulauan Riau dan Semenanjung Melayu, bilahnya mirip dengan badik dari Sulawesi tapi sarungnya berbeda karena ada ukiran tebuk tembus yang berbentuk bulat pipih di pangkal bagian belakang sarungnya. Pada pangkal sarung tumbuk lada terdapat benjolan bundar yang dihias dengan ukiran berbentuk tumbuh-tumbuhan yang dipahat. Sarung senjata ini dilapisi dengan kepingan perak yang diukir dengan pola-pola rumit.
Senjata ini tergolong dalam jenis senjata pendek untuk menikam, mengiris dan menjajah dalam pertempuran jarak pendek. Panjang bilah tumbuk lada sekitar 27 cm hingga 29 cm. Lebar bilahnya sekitar 3.5 cm hingga 4 cm. Dari tengah bilah sampai ke pangkalnya terdapat alur yang dalam.
Pada zaman dulu, badik ini menjadi menjadi salah satu kelengkapan pakaian adat pria di Kepulauan Riau, Deli, Siak dan Semenanjung Tanah Melayu. Tumbuk Lada digunakan secara menikam, mengiris dan menusuk dalam pertempuran jarak dekat. Ia boleh dipegang dengan dua jenis genggaman yaitu dengan mata keatas ataupun mata ke bawah.
Sedihnya, senjata tradisional ini pun tak luput dari pengklaiman sepihak oleh Malaysia. Pada tahun 2005, situs resmi Perpustakaan Negara Malaysia menyatakan badik tumbuk lada sebagai warisan budaya Malaysia (lihat http://malaysiana.pnm.my/05/0501badik.htm). Semoga pemerintah segera bertindak terhadap tindakan pemerintah Malaysia yang semena-mena mengklaim warisan budaya Nusantara sebagai miliknya ini.


Rujukan:
-www.melayuonline.com
-http://budaya-indonesia.org

No comments: