13 June 2011

Terlalu besar untuk mengisap dot

Begini. Saya termasuk orangtua yang suka merasa heran apabila melihat anak yang usianya di atas 2 tahun masih mengisap dot di mulutnya. Mungkin hanya saya saja yang merasa heran. Tetapi pada usia 2 tahun, anak sudah mampu mengungkapkan keinginannya dengan kata-kata. Menggunakan penenang seperti dot untuk menghentikan tangisan dan kerewelan si anak yang berusia dua tahun, menunjukkan bahwa orangtua seakan-akan mengalah kepada si anak. Namun demikian, saya juga berpendapat bahwa alat penenang seperti dot memiliki kegunaannya - hanya saja harus digunakan secara layak, dan orangtua yang menentukan penggunaannya (memang, saya tahu bahwa bicara itu mudah!).

Saya memperkenalkan dot kepada Reuben ketika dia berusia 3 bulan, setelah pemberian ASI selesai dilakukan. Kami selalu membawa satu dot ke manapun kami pergi, untuk berjaga-jaga apabila Reuben tidak dapat dibujuk. Saya dan suami tidak ingin orang lain terganggu. Karena kami cemas bahwa dot akan menjadi kebiasaan, kami membatasi penggunaannya hanya untuk waktu tidur dan 'waktu putus-asa' saat Reuben rewel ketika kami sedang bepergian. Kami mengatakan kepada diri sendiri bahwa kami tidak akan menggunakan dot setelah Reuben berusia 6 bulan.

Harus saya akui bahwa kami beruntung bahwa dot tidak menjadi kebiasaan, karena Reuben juga tidak terlalu menyukainya. Dia akan melepehkan dot setelah beberapa menit, menatap saya dengan pandangan kosong atau sama sekali menolak apabila diberi dot. Saya sudah mencoba beberapa merek untuk mengetahui apakah ada dot berbentuk gigi dan tekstur tertentu yang cocok untuk Reuben, tapi semua usaha ini sia-sia. Dot tidak membantu Reuben untuk tidur lebih cepat, karena dia lebih menyukai saya menina-bobokannya atau menyanyikan lagu.

Saya bertanya-tanya, apakah ini karena dia mendapatkan ASI penuh sehingga tidak menyukai dot. Di antara teman-teman saya, tidak ada kecenderungan yang mengaitkan penggunaan dot dengan para ibu yang menyusui atau yang memberikan susu botol. Kebanyakan dari mereka menggunakan dot sebagai alat penenang, bukan cara untuk menyapih pemberian ASI. Tapi saya mengamati bahwa orangtua yang toleransinya rendah terhadap kerewelan bayi, akan menggunakan dot lebih sering, khususnya jika ini adalah anak pertama mereka. Saya berpendapat bahwa sebagai orangtua, kita semua memiliki tingkat toleransi yang teruji, dan pada saat anak kita bertambah, kita menjadi kebal terhadap rengekan mereka yang menyakitkan telinga!

Teman saya membiarkan putrinya mengisap dot agar bisa tidur, tetapi hal ini membuat teman saya harus bangun dan mencari dot setiap kali dot itu terlepas dari mulut dan sang anak tidak bisa menemukannya. Ini bisa terjadi beberapa kali dalam satu malam! Pengalaman ini cukup membuat saya bimbang untuk menggunakan dot, karena soal tidur nyenyak merupakan hal yang diutamakan di rumah kami.

Jika Anda bimbang, apakah akan menggunakan dot atau tidak, pertimbangkan, apakah Anda ingin memperkenalkan benda lain kepada anak Anda untuk menyapihnya nanti. Dan jika Anda memang menggunakan dot, pertimbangkanlah cara Anda akan menggunakannya. Harap diingat bahwa dot adalah benda yang juga harus disterilkan sewaktu anak Anda masih bayi.

Jika Anda mencoba menghentikan anak Anda untuk menggunakan dot, Anda mungkin tahu sekarang bahwa menggantikan dot dengan sesuatu yang lain untuk menghibur anak Anda bisa berhasil, misalnya dengan memberikan mainan lunak seperti soft toy. Tergantung pada usianya, biasanya pengalihan perhatian bisa berhasil saat anak rewel. Tapi, jika usianya baru 2 tahun, saya anjurkan agar Anda mendorong anak Anda menggunakan kata-kata dan membantu mengatasi emosi yang dialami anak Anda.

No comments: