Penggunaan botol membuat proses menyapih lebih mudah.
Meski saya menyusui anak saya Reuben secara eksklusif, kami membiasakan dia untuk minum dari botol sekali sehari. Kami mulai melakukan ini sejak proses memasukkan puting ke mulut sudah tidak menjadi masalah. Suami saya dan saya berpendapat bahwa hal ini akan:
• Memungkinkan orang lain memberikan susu dalam botol dan menjalin ikatan dengannya,
• Memberi saya waktu istirahat dan memungkinkan saya pergi sebentar untuk potong rambut (atau apa pun),
• Membuat proses menyapih lebih mudah kelak.
Hal itu bagus dan suami saya menikmati kesempatan untuk memberi si Kecil susu. Kelihatannya lucu memompa ASI di sebelah suami, sementara dia memberi minum Reuben dengan botol, tapi kami menikmati itu dan Reuben juga.
Lalu tiba-tiba (atau kelihatannya begitu), ketika Reuben berumur sekitar tiga bulan, dia mulai menolak botol. Kami mungkin tidak terlalu memperhatikan gejalanya, tetapi kalau saya mengingat-ingat kembali, hal itu terjadi di depan mata kami. Lambat-laun penolakannya menjadi semakin jelas. Dia memainkan dot, atau sambil menggerutu mengisap susu dari botol, tapi mengeluarkannya lagi, seperti ingin menunjukkan keinginannya. Kelihatannya ini tidak berkaitan dengan siapa yang memberinya minum, dan suami saya mungkin yang paling ahli dalam hal ini. Jika saya mencoba memberinya minum dengan botol, Reuben bahkan sama sekali tidak mau minum setetes pun. Awalnya saya berpendapat bahwa hal ini masuk akal, karena dia mengasosiasikan saya dengan menyusui ASI langsung. Kami mulai menjarangkan jarak pemberian susu, sehingga dia akan lebih lapar dan karenanya lebih mau mengisap dot; tapi si Kecil ini tak bisa diakali. Kami mencoba memberi minum di beberapa tempat berbeda, tapi itu juga bukan merupakan masalahnya. Kami coba ganti ukuran dotnya, itu pun tidak mengatasi masalah.
Saya takut membayangkan akibatnya jika hal ini tidak dapat kami selesaikan. Saya suka menyusui, tapi saya tetap berpegang teguh untuk memberinya satu kali minum susu dari botol setiap hari, karena itu akan memberikan kebebasan serta waktu untuk "saya"; dan saya merasa tenteram, karena akan ada seseorang yang bisa menjaga si Kecil saat saya tidak bisa melakukannya.
Kami merasa lega ketika mengetahui bahwa penolakan botol susu itu adalah hal yang normal bagi si Kecil pada usia itu, karena dia mulai punya pilihan, dan penolakan ini biasanya memang terjadi pada masa-masa itu. Seorang kawan menyarankan agar kami mencoba merek botol dan dot yang lain. Ini cukup masuk akal, tetapi tidak pernah terpikir oleh saya, karena saya merasa telah membeli merek botol susu terbaik yang ada di pasar. Bereksperimen dengan merek lain akan terasa mahal, jadi melalui riset di lingkungan forum bayi dan survei di antara teman membantu kami memutuskan untuk menggunakan dot peristaltik. Dot ini sangat berbeda dalam hal tekstur dan bentuk dibandingkan dengan merek yang sebelumnya kami gunakan dan mungkin Reuben mulai menyadari bahwa ada perbedaan antara payudara dan dot.
Untunglah, mengganti merek langsung berhasil mengatasi masalah.
Jika Anda menghadapi masalah penolakan botol dan sumber utama makanan adalah dengan menyusui,cobalah mengganti merek. Masing-masing dot dan botol berbeda, jadi mungkin akan memakan waktu untuk mencoba-coba sebelum Anda menemukan merek yang cocok bagi si Kecil. Tanyakan kepada banyak orang mengenai merek yang populer. Bacalah label pada kemasan yang menjelaskan bagaimana dot itu dirancang untuk menciptakan aliran susu optimal. Jika Anda menyusui langsung dari payudara, akan membantu jika Anda membeli dot dengan bentuk yang mirip dengan puting Anda.
Meski saya menyusui anak saya Reuben secara eksklusif, kami membiasakan dia untuk minum dari botol sekali sehari. Kami mulai melakukan ini sejak proses memasukkan puting ke mulut sudah tidak menjadi masalah. Suami saya dan saya berpendapat bahwa hal ini akan:
• Memungkinkan orang lain memberikan susu dalam botol dan menjalin ikatan dengannya,
• Memberi saya waktu istirahat dan memungkinkan saya pergi sebentar untuk potong rambut (atau apa pun),
• Membuat proses menyapih lebih mudah kelak.
Hal itu bagus dan suami saya menikmati kesempatan untuk memberi si Kecil susu. Kelihatannya lucu memompa ASI di sebelah suami, sementara dia memberi minum Reuben dengan botol, tapi kami menikmati itu dan Reuben juga.
Lalu tiba-tiba (atau kelihatannya begitu), ketika Reuben berumur sekitar tiga bulan, dia mulai menolak botol. Kami mungkin tidak terlalu memperhatikan gejalanya, tetapi kalau saya mengingat-ingat kembali, hal itu terjadi di depan mata kami. Lambat-laun penolakannya menjadi semakin jelas. Dia memainkan dot, atau sambil menggerutu mengisap susu dari botol, tapi mengeluarkannya lagi, seperti ingin menunjukkan keinginannya. Kelihatannya ini tidak berkaitan dengan siapa yang memberinya minum, dan suami saya mungkin yang paling ahli dalam hal ini. Jika saya mencoba memberinya minum dengan botol, Reuben bahkan sama sekali tidak mau minum setetes pun. Awalnya saya berpendapat bahwa hal ini masuk akal, karena dia mengasosiasikan saya dengan menyusui ASI langsung. Kami mulai menjarangkan jarak pemberian susu, sehingga dia akan lebih lapar dan karenanya lebih mau mengisap dot; tapi si Kecil ini tak bisa diakali. Kami mencoba memberi minum di beberapa tempat berbeda, tapi itu juga bukan merupakan masalahnya. Kami coba ganti ukuran dotnya, itu pun tidak mengatasi masalah.
Saya takut membayangkan akibatnya jika hal ini tidak dapat kami selesaikan. Saya suka menyusui, tapi saya tetap berpegang teguh untuk memberinya satu kali minum susu dari botol setiap hari, karena itu akan memberikan kebebasan serta waktu untuk "saya"; dan saya merasa tenteram, karena akan ada seseorang yang bisa menjaga si Kecil saat saya tidak bisa melakukannya.
Kami merasa lega ketika mengetahui bahwa penolakan botol susu itu adalah hal yang normal bagi si Kecil pada usia itu, karena dia mulai punya pilihan, dan penolakan ini biasanya memang terjadi pada masa-masa itu. Seorang kawan menyarankan agar kami mencoba merek botol dan dot yang lain. Ini cukup masuk akal, tetapi tidak pernah terpikir oleh saya, karena saya merasa telah membeli merek botol susu terbaik yang ada di pasar. Bereksperimen dengan merek lain akan terasa mahal, jadi melalui riset di lingkungan forum bayi dan survei di antara teman membantu kami memutuskan untuk menggunakan dot peristaltik. Dot ini sangat berbeda dalam hal tekstur dan bentuk dibandingkan dengan merek yang sebelumnya kami gunakan dan mungkin Reuben mulai menyadari bahwa ada perbedaan antara payudara dan dot.
Untunglah, mengganti merek langsung berhasil mengatasi masalah.
Jika Anda menghadapi masalah penolakan botol dan sumber utama makanan adalah dengan menyusui,cobalah mengganti merek. Masing-masing dot dan botol berbeda, jadi mungkin akan memakan waktu untuk mencoba-coba sebelum Anda menemukan merek yang cocok bagi si Kecil. Tanyakan kepada banyak orang mengenai merek yang populer. Bacalah label pada kemasan yang menjelaskan bagaimana dot itu dirancang untuk menciptakan aliran susu optimal. Jika Anda menyusui langsung dari payudara, akan membantu jika Anda membeli dot dengan bentuk yang mirip dengan puting Anda.
No comments:
Post a Comment