13 June 2011

Makanan bernutrisi yang tepat bagi bayi usia 3-6 bulan

Yang akan terjadi: sekarang bayi Anda memasuki dunia citarasa dan tekstur gastronomis yang menarik. Jadi, apa yang dapat dilakukan sang ibu dalam mengantisipasi semua ini? Persiapan, persiapan dan persiapan.

Dokter menganjurkan untuk mulai memberikan makanan padat kepada bayi pada bulan ke-4 dan ke-6, karena pada saat inilah sistem pencernaan bayi lebih mampu menangani makanan padat. Namun ada sebagian ahli yang menyarankan untuk memulainya pada bulan keenam untuk mencegah alergi makanan di kemudian hari.

PERLENGKAPAN MAKAN

• Sendok khusus untuk menyapih (yang paling baik adalah sendok yang berujung lunak, karena yang berlogam terasa lebih keras pada gusi, dan sendok teh yang mudah dimasukkan ke mulut bayi)

• Sendok khusus untuk menyapih (yang paling baik adalah sendok yang berujung lunak, karena yang berlogam terasa lebih keras pada gusi, dan sendok teh yang mudah dimasukkan ke mulut bayi)

• Mangkuk kecil untuk makanan, sebaiknya yang bergagang (atau bagian alas yang melekat pada meja), karena bayi yang yang sedang bersemangat biasanya akan mencoba merebutnya dari genggaman Anda

• Baki es batu untuk membekukan makanan yang dilumatkan (satu atau dua es batu biasanya cukup untuk sekali waktu makan, dan makanan bisa dengan mudah dicairkan secara terpisah tanpa harus membekukan kembali dan merusak keseluruhan makanan yang masih tersisa)

• Wadah plastik atau gelas (makanan bayi siap saji yang dibeli di toko biasanya dilengkapi wadah yang bisa digunakan lagi setelah dibersihkan) untuk menyimpan makanan yang akan diberikan pada waktu berikutnya

• Celemek (bahan plastik, silikon atau kain, selama bisa melindungi dari tumpahan dan terasa nyaman)

• Kursi tinggi dengan pengaman agar bayi dapat duduk sendiri dengan nyaman.

• Serbet kertas atau kain katun halus untuk menyeka bekas makanan pada bayi dan Anda sendiri

• Keset plastik untuk melindungi lantai di bawah kursi makan.

MENGATUR TEMPAT
Menjelang tanggal yang dijadwalkan untuk memberikan makanan padat, biasakan bayi Anda untuk duduk di atas kursi makannya. Biarkan dia duduk di sana dan upayakan agar terasa nyaman dan menyenangkan. Aturlah beberapa mainan, sendok, mangkuk di hadapannya agar dia mengenal benda-benda baru itu. Sesuaikan kedudukan kursi menurut kenyamanan, tambahkan bantalan atau gulungan handuk untuk menopang bayi yang masih belum stabil.

MEMPRAKTIKKAN KEBERSIHAN YANG BAIK
Jika Anda belum terbiasa mensterilkan dan melakukan pembersihan perlengkapan bayi secara menyeluruh, sekaranglah waktu untuk melakukannya. Pastikan tangan Anda selalu dicuci dan semua permukaan yang bersinggungan dengan makanan bayi (talenan, kursi tinggi) harus sama-sama bersih. Semua perlengkapan harus disterilkan sebelum digunakan pertama kali, khususnya jika bayi di bawah usia enam bulan. Perlengkapan ini bisa dicuci dengan sabun cair biasa dan dibilas secara menyeluruh setelah bayi berusia di atas enam bulan.

UTAMAKAN AWAL YANG SEHAT
Mulailah dengan sereal beras bayi, bisa dibeli di toko, atau dibuat sendiri, dicampur dengan ASI dan susu formula. Jangan tambahkan gula atau garam, meskipun Anda menganggap akan lebih lezat bagi bayi. Si kecil memiliki citarasa terbatas untuk memulai. Jadi, apa pun yang Anda berikan sekarang akan merupakan pengalaman menarik baginya. Cobalah memikatnya dengan permulaan yang sehat, yaitu memberikan sayuran tanpa bumbu dan buah-buahan (tidak asam sampai dia memasuki bulan ke-6) selama beberapa minggu pertama. Jauhkan segala macam makanan yang banyak mengandung pengawet, gula, kafein. Tunggulah sampai bayi berusia satu tahun jika Anda ingin memberikan makanan yang bersifat alergenik tinggi seperti madu, telur dan kacang-kacangan.

MEMBUAT SENDIRI MAKANAN BAYI
Hal ini terkesan sulit, tapi ternyata tidak sesulit seperti yang diperkirakan. Sayuran dan buah segar lebih bernutrisi dan murah dibandingkan makanan bayi yang dibeli di toko, dan menyiapkannya pun tidak sulit. Lagipula makanan ini bisa sebagai alternatif yang efisien. Anda bisa merebus atau mengukus sayuran (wortel, ubi, labu, bunga kol, brokoli) dan buah (apel, pear, aprikot), sampai lunak dan lembek, kemudian taruh dalam blender atau lumatkan melalui tapisan yang ditambah sedikit air agar gumpalannya rata. Setelah dingin, tuangkan makanan lunak ke dalam kotak es batu (yang disterilkan) dan bekukan sampai Anda memerlukannya. Keluarkan dari tempat es setelah beku dan taruh dalam kantung plasting yang diberi tanggal pembuatannya. Makanan ini dapat disimpan hingga 2 bulan di freezer. Satu atau dua kotak es biasanya lebih dari cukup untuk sekali makan pada minggu-minggu pertama. Hangatkan makanan yang dibekukan itu dengan air hangat atau ASI/susu formula, atau taruh di microwave, tetapi pastikan makanan diaduk rata untuk memastikan tidak ada bagian yang panas sebelum memberikannya kepada bayi Anda. Namun, ingatlah untuk memperkenalkan makanan baru, kurang-lebih setiap empat hari, sehingga Anda dapat mudah mengetahui apakah bayi Anda alergi terhadap suatu makanan.

Anda dapat mencoba citarasa (dan tekstur) lainnya, seperti daging ayam, ikan, pasta, yoghurt, kentang yang dilumatkan dan seiris pisang, stroberi, anggur dan semacamnya, sejak bayi berusia 6 bulan ke atas, atau apabila dia sudah bisa mengunyah dan menelan.

YANG PENTING, RILEKS!
Bayi Anda akan terpengaruh oleh suasana hati Anda. Jadi, mulailah pengalaman baru dalam memberikan makanan padat dengan perasaan tenang dan tidak tergesa-gesa. Jangan tegang, stres, karena ini bisa menjadi masalah kelak. Jangan memaksanya untuk menghabiskan makanan jika dia memang sudah cukup kenyang. Tapi juga, jangan mudah menyerah jika bayi menolak makanan tertentu setelah mencicipinya pertama kali. Anda bisa mencobanya lagi dalam beberapa hari dan jangan heran kalau ternyata dia kemudian menyukainya. Lanjutkan untuk memberi makanan sehat kepada anak Anda dan jadikan diri Anda sebagai contoh yang baik -Anda adalah gurunya yang pertama, dan cara terbaik untuk membiasakan anak hidup dengan makanan sehat adalah dengan berawal dari rumah.

No comments: