13 June 2011

Memilih Alas Kaki Terbaik Untuk Balita

Uang penting dipertimbangkan saat membeli alas kaki pertama bagi balita.

Putri saya yang berusia 2 tahun, sangat menyukai sepatu. Dia berteriak kegirangan setiap kali melihat sepatu yang paling disukainya-sepasang sepatu datar seperti sepatu balet yang berkilauan. Dia sendiri yang memilih ini di antara deretan sepatu di pusat belanja-persis seperti ibunya.

Setelah dua tahun menjadi sumber "pembeli" dan "pemilih" sepatu, saya bersyukur mendapatkan sejumlah saran mengenai cara menemukan alas kaki yang ternyata paling sesuai untuk kaki balita yang cepat membesar. Berkat nasihat para ibu berpengalaman, dokter anak, buku tentang bayi dan mencoba lusinan sepatu pada putri saya yang keranjingan sepatu, akhirnya kami mendapatkan panduan berguna untuk mengatasi situasi sulit soal alas kaki bagi balita.

YANG PERLU DIPERHATIKAN:
1. SOL SEPATU DATAR YANG TIDAK LICIN:Tampaknya hal ini begitu jelas untuk sepatu balita, tetapi ternyata, tidak semua sepatu balita memiliki sol yang datar dan tidak licin! Sebagian bahkan dilengkapi hak sepatu. Jangan tergiur membeli sepatu yang mengesankan "fun", tetapi pilihlah yang akan membuat si kecil bisa berjalan dengan lebih baik. Simpan saja dahulu soal hak sepatu sampai dia bersekolah dan ada acara resmi, misalnya acara dansa sekolah. Periksa bagian alas dan pastikan ada sepatu tidak licin saat si kecil berjalan dengan sepatu itu. Sol karet lebih baik ketimbang yang kulit (kecuali sol sepatunya sudah disamak dengan benar), karena sol karet memberikan daya cengkeram yang lebih baik untuk si kecil. Kalau Anda sudah membeli sepasang sepatu yang memiliki sol licin, Anda dapat membuatnya agak kasar dengan cara mengampelas atau rekatkan plester silotip di bawah sepatu agar kestabilannya lebih baik.

2. BAGIAN ATAS SEPATU LENTUR DAN ADA RUANG NAFAS: Jangan sekali-kali membeli sepatu apa pun yang akan menghambat gerakan kaki balita, atau lebih buruk lagi, yang mempengaruhi cara dia berjalan secara normal karena bagian atas sepatu kaku dan menyakitkan (bergesek dengan bagian atas kaki saat berjalan). Tes sepatu dengan cara melengkungkannya dan cek apakah sol dan bagian atas bisa melengkung dengan mudah, rabakan jari Anda ke sepanjang lipatan bagian atas dan periksa apakah ada yang cacat/pinggiran kasar yang akan menggesek kaki balita dan menyebabkan lecet. Pertimbangkan juga bahan sepatu-semakin banyak ruang nafas pada bahan, semakin nyaman (dan tidak panas serta menimbulkan keringat) sepatu itu bagi si kecil.

3. SEMUANYA SOAL DESAIN: Sebagai penggemar sepatu, saya pernah mengalami rasa sakit akibat mengikuti gaya dan fashion-lecet sedikit tidak apa-apa, yang penting memakai sepatu hak perancang ternama-tapi, tolong, jangan sampai si kecil mengalami kulit kaki kapalan, ibu jari kaki yang membengkak dan jari-jari yang tidak sejajar di masa depan. Pastikan bahwa sepatu yang begitu menggiurkan itu, juga bersahabat dengan kaki si kecil. Contohnya, periksa dahulu apakah desain sepatu itu akan menahan sepuluh jari saat si kecil berjalan - sebagian desain sandal dilengkapi tali ikat silang di bagian atas kaki yang memungkinkan jari si kecil keluar dan tersangkut. Selain itu, ingat juga bahwa desain baru seperti sepatu bot koboi, sepatu pesta yang lancip, bisa membentuk pertumbuhan kaki balita ke bentuk yang tidak wajar. Perhatikan tali ikat di bagian pergelangan kaki, pita yang kaku, pernak-pernik yang menonjol serta elemen desain lainnya yang bisa juga menggesek kulit si kecil sehingga tidak nyaman.

4. PAS DAN LEGA: Pada sebagian balita, kaki mereka tumbuh setiap enam minggu dan sebagian besar lainnya setiap tiga bulan. Oleh sebab itu, carilah sepatu yang memiliki ruang yang cukup lega untuk pertumbuhan. Tetapi pastikan bahwa sepatu yang Anda pilih itu tidak terlalu besar, karena hal ini akan menghambat gerakan jalan yang wajar bagi si kecil dan bisa menyebabkannya lebih sering tersandung. Untuk menemukan sepatu yang pas dan ideal, tekan ruang di antara bagian ibu jari di depan dan ujung sepatu. Jika terdapat ruang sekitar ½ inci, artinya sepatu itu sempurna. Untuk memeriksa lebar sepatu, jepit sepatu pada bagiannya yang terlebar. Jika Anda bisa meraba sedikit kaki si kecil, berarti bagus. Jika yang teraba hanyalah sepatunya, berarti terlalu lebar, dan jika yang teraba adalah kaki si kecil, artinya terlalu sempit. Selain itu, ada baiknya si kecil berdiri ketika mencoba sepatu, karena hal ini akan memberikan indikasi yang lebih baik mengenai kesesuaiannya pada semua sisi sepatu-atas, samping dan panjangnya. Pastikan juga bahwa bagian belakang sepatu tidak tampak terlalu tinggi atau ada lipatan yang menonjol keluar yang dapat menggesek tumit si kecil-sisipkan kelingking Anda di belakang tumit si kecil dan periksa apakah terdapat ruang yang cukup. Jika terlalu sempit atau terlalu longgar, hal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman kelak. Terakhir, periksa setiap beberapa minggu, apakah sepatu si kecil masih pas. Jika mulai terlihat bekas merah pada kaki, artinya Anda harus membeli sepatu baru. Kalau Anda berniat memakaikan kaos kaki dengan sepatu, bawalah kaos kaki itu ke toko untuk menjamin bahwa Anda mendapatkan sepatu yang sesuai dengan kaos kaki itu.

5. VARIASI SEPATU: Para pakar merekomendasikan bahwa berjalan dengan kaki telanjang tetap yang terbaik untuk pertumbuhan kaki balita. Namun, karena keselamatan dan kebiasaan di kalangan umum mengharuskannya untuk mengenakan alas kaki, cobalah menyediakan beragam gaya untuk memberikan variasi gaya pada kaki si kecil. Yang ideal adalah menyediakan sepasang sandal yang terbuka untuk di siang hari yang panas, dan yang menutupi jari kaki untuk cuaca yang lebih sejuk, atau acara yang lebih formal, dan alas kaki yang mudah dipakai, sol karet untuk digunakan sehari-hari di rumah. Ingat, sepatu yang baik tidak harus mahal. Hanya perlu sedikit riset dan naluri ibu yang gigih untuk mendapatkan alas kaki terbaik bagi si kecil yang sedang gemar berjalan.

No comments: