Tak hanya mencerdaskan, ikatan batin pun semakin erat.
Dalam satu minggu, telah dua kali saya membicarakan soal rutinitas menjelang waktu tidur, dan hal itu menyadarkan saya betapa berartinya kegiatan membaca bagi anak saya. Dalam kedua percakapan itu, teman saya menanyakan tentang rutinitas kami saat menjelang tidur. Ketika saya mengatakan, bahwa kami selalu menyisihkan waktu untuk membaca sebagai bagian dari rutinitas kami, salah seorang teman saya menyela, "Tapi, anakmu baru berusia satu tahun! Dia tidak akan mengerti apa-apa!" dan teman lainnya mengatakan dengan rasa kecewa, "Anak kami tidak menyukai buku, dia hanya senang merobeknya. Kami tidak pernah bisa mendongeng saat menjelang tidur."
Bagi Reuben, waktu mendongeng wajib dilakukan sebelum tidur, meskipun pada hari itu kami harus keluar untuk makan malam, dan dia sudah lelah saat kami sampai di rumah. Ketika kami berlibur, sebagian ruang koper kami dicadangkan untuk bukunya.
Membaca, mungkin merupakan kegiatan favorit yang saya lakukan bersama Reuben. Saya bukan termasuk ibu-ibu yang secara alami tahu cara melakukan ciluk-ba pada bayi, menggelitik mereka dan membuat mereka tertawa. Saat Reuben dan saya berduaan di rumah, saya mengeluarkan bukunya dan saya membacakan untuknya. Dia pendengar saya yang penuh perhatian. Suami saya dan saya banyak membaca buku saat kami kecil. Sebagai ibu baru yang tinggal di rumah, kegiatan ini melengkapi hari yang saya lalui, dan membaca merupakan kegiatan yang berarti dan konstruktif. Saya dapat menjalin ikatan batin dengan Reuben, sementara dia belajar kata-kata dan hal baru (semoga!).
Mungkin saya telah membacakan buku yang sama kepadanya untuk sekian ratus kali. Kadang, saya membacakan buku yang sama dengan cara yang berbeda. Saya hanya menceritakan tentang hal-hal yang ada dalam gambar. "Oh, lihat mobil itu! Pasti meluncur secepat kilat!" kata saya, sambil menunjukkan mobil balap, atau "Anjing ini sangat banyak bulunya! Menurut kamu, apakah ini seperti mainanmu yang empuk itu?" sambil berpura-pura menepuk anjing dalam foto. Buku telah menjadi pembuka percakapan saya, dan saya belajar bahwa bagi sang bayi menunjukkan hal yang sudah jelas sering merupakan hal yang paling mempesona.
Apabila kami kehabisan buku, saya menunjukkan gambar di koran (tentu saja yang menyenangkan), dan membicarakannya. Kami menjadi anggota perpustakaan yang ada di sekitar rumah kami untuk selalu mendapatkan buku baru yang memenuhi selera kami.
Menurut saya, membacakan buku untuk bayi baru lahir bukan hal yang aneh. Kami mulai membaca saat kami pulang dari rumah sakit. Membaca, menjadi bagian dari rutinitas menjelang tidur sejak Hari ke-1. Memang bayi tidak akan mengerti sepatah kata pun yang saya katakan saat itu, tetapi dia senang mendengarkan suara saya (begitulah menurut saya, karena dia tidak mengeluh!), atau mendengarkan suara sang Ayah, dan melihat-lihat gambarnya. Saat usianya cukup dan dia bisa menunjuk, dia akan menunjuk gambarnya. Kemudian usianya pun bertambah dan dia dapat berkomunikasi melalui isyarat tangannya. Dia akan menunjuk gambar, seperti "bintang" dan membuat tanda "bintang" dengan tangannya berulang-ulang. Dan kemudian, usianya bertambah dan dia mulai mampu mengucapkan kata. Buku yang sama akan menjadi lebih hidup pada setiap tahap perkembangan yang berbeda pada anak. Banyak orang yang mengatakan bahwa anak saya memiliki artikulasi ucapan yang baik untuk anak seusianya. Sekarang, Reuben sudah belajar di taman bermain, dan gurunya mengatakan kepada saya bahwa Reuben sangat pandai dalam pelajaran "tunjuk dan ceritakan".
Amelia dan saya membuat daftar mengenai kebiasaan membaca ini yang berhasil kami gunakan untuk anak-anak kami.
• Cari tahu hal yang menarik bagi sang anak saat itu, lalu pilih subjek yang terkait dengan minat anak Anda. Contohnya, Reuben terpesona oleh yang namanya traktor dan alat menggali, jadi kami meminjam atau membeli setiap buku mengenai topik itu.
• Mulailah dengan buku yang singkat dan menarik yang kata-katanya mudah dimengerti. Bagi anak berusia di bawah 3 tahun, gambar berwarna-warni sangat bagus dan juga buku yang kaya topik sehingga Anda dapat bercerita panjang tentangnya. Selain itu, buku yang memiliki tekstur berbeda serta lipatan, juga bagus.
• Perhatikan pertumbuhan kebutuhan sang anak dan perubahan minatnya, agar Anda pun dapat memilih buku yang sesuai.
• Berhentilah membaca sebelum mereka bosan.
• Tunjukkan kepada anak Anda, buku yang tidak biasa atau aneh.
• Mulailah mengajari mereka untuk menghargai buku. Jangan bolehkan mereka menyobek halaman atau sampul buku. (kerusakan kadang tidak dapat dihindari, karena itu berikanlah selalu buku yang sesuai jika Anda akan membiarkan anak Anda sendirian bersama buku).
• Jangan merasa konyol jika membacakan buku kepada anak yang belum dapat bercakap-cakap dengan Anda.
• Apabila anak Anda ingin membaca buku yang sama setiap kali, itu pertanda yang bagus. Anak-anak belajar melalui pengulangan. Sebelum Anda menyadarinya, buku favorit mereka saat ini akan berubah.
• Padukan kegiatan membaca ke dalam rutinitas harian anak Anda, pilih waktu saat Anda dapat mencurahkan perhatian Anda sepenuhnya kepada anak Anda. Selalu jadikan waktu mendongeng sebagai saat keakraban yang spesial. Dalam waktu singkat, sang anak akan cenderung menantikan saat-saat itu.
No comments:
Post a Comment