Osteopororis atau keropos tulang dijuluki 'the silent killer disease'. Karena
sifatnya yang kalem dan tenang. Serta, tidak terdeteksi. Penyakit ini hampir tidak tahu kapan
datangnya dan menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.
Istilah osteoporosis pertama kali diungkapkan oleh seorang patologis bernama Jean Georgeos
Lobstein pada tahun 1929 di Strasbourg, Perancis. Dia menyebut osteoporosis untuk penyakit
ini karena bentuk tulang penderitanya berpori-pori atau berlubang. Osteo berarti tulang,
porosis artinya berpori atau berlubang. Akibat kurangnya kalsium yang terdapat dalam tulang.
Kalsium memang mempunyai andil besar untuk membangun dan mempertahankan kekuatan
tulang dan gigi, termasuk berguna untuk membantu mengatur detak jantung, pertumbuhan
otot, mencegah pengumpalan darah dan sebagainya. Selain itu, tubuh juga akan mencuri
cadangan kalsium yang dibutuhkan tulang. Hal inilah yang menyebabkan tulang kehilangan
kepadatan dan kekuatannya sehingga mudah retak bahkan patah.
Kendati osteoporosis adalah penyakit degeneratif dan normalnya baru muncul setelah berusia
di atas 45 tahun. Tapi, penyakit ini bisa menyerang kaum muda yang gaya hidupnya tidak
sehat, seperti merokok, malas berolahraga, minum kopi dalam dosis berlebihan yang
menyebabkan kurangnya penyerapan kalsium ke dalam tulang.
Namun, kalsium saja tidak cukup untuk mencegah keropos tulang. Hal ini karena struktur
tulang yang terbentuk dari komposisi kalsium dan fosfor berbanding 2:1, terbagi menjadi
tulang bagian dalam dan bagian luar. Dan yang paling utama membentuk tulang adalah
sumsum bagian dalam sebesar 70%. Bagian inilah yang oleh kalsium akan dikeraskan untuk
membentuk tulang bagian luar.
Karenanya, kekuatan tulang seseorang tergantung dari tulang bagian dalamnya. Tak heran,
bila keropos tulang tidak bisa dideteksi oleh rontgen jika kerusakannya belum mencapai 30%,
karena yang keropos lebih dulu ada bagian dalamnya yang masih terbungkus rapi dengan
tulang luar.
Orang selama ini hanya tahu bahwa untuk mencegah keropos tulang cukup dengan kalsium.
Padahal, kalsium hanya menguatkan tulang bagian luar saja. Sedangkan bagian penting
adalah bagian dalam tulang yang akan menentukan kekuatan tulang bagian luar yang
dibentuk oleh zat yang bernama hydroxyapatite, yaitu zat yang komponennya sama dengan
komponen tulang dan lapisan keras mamalia.
Hydroxyapatite, adalah makan untuk tulang, yang berasal dari tulang binatang seperti ayam,
kuda, sapi, atau kambing. Secara logika, memang makanan yang tepat untuk tulang adalah
tulang. Karena itu, mengkomsumsi cakar ayam yang banyak mengandung hydroxyapatite
secara alami dapat memelihara kekuatan tulang.
Selain itu, susu juga merupakan asset paling berharga untuk tulang. Susu yang banyak
mengandung kalsium akan membantu pembentukan tulang kembali dan memperlambat
hilangnya massa tulang. Para ahli mengatakan, tiga gelas susu perhari sudah cukup karena
kebutuhan tubuh akan kalsium sekitar 1000-1500mg/hari. Namun, harap diingat, tubuh tidak
bisa menuyerap kalsium tanpa adanya vitamin D.
Kendati tidak ada satu buktipun yang menyatakan bahwa olahraga saja dapat menggantikan
massa tulang yang hilang akibat turunnya hormon estrogen akibat menopouse untuk wanita,
dan penurunan hormon androgen untuk pria yang mengalami andropouse. Tapi, penelitian
menyatakan, olahraga yang dikombinasikan dengan obat-obatan memiliki manfaat yang besar
untuk menstabilkan hilangnya massa tulang.
Olahraga yang tepat adalah jalan kaki, karena merupakan gerakan yang mengkombinasikan
rangsangan mekanik pada tulang belakang dan tulang gerak, serta kontraksi intermiten otototot
belakang. Latihan yang disarankan adalah jalan kaki cepat disertai ayunan kedua lengan,
selama 30 menit perhari.
Sedangkan latihan fisik untuk otot-otot belakang bertujuan memperkuat otot-otot yang
melekat pada tulang belakang. Kontraksi otot akan merangsang pembentukan tulang dan
mengurangi resorspi. Untuk hasil yang baik, latihan fisik harus dinamis dan berulang-ulang.
No comments:
Post a Comment