19 June 2011

Cegah Batu Ginjal dengan Jeruk Nipis

Jeruk nipis yang banyak dijual di pasar-pasar, selain bermanfaat menjadi
campuran penyedap dalam masakan dan penyegar pada minuman. Juga, ternyata,
manfaatnya luar biasa. Dari membersihkan nikotin yang menempel di gigi hingga mencegah
kambuhnya batu ginjal.
Jeruk nipis, Citrus Aurantifolia Swingle, merupakan tumbuhan perdu dengan banyak cabang.
Tanaman yang diduga berasal dari daerah India sebelah utara itu banyak ditanam di
pekarangan dan kebun. Tingginya bisa mencapai enam meter. Daunnya berbentuk bulat telur
dan tiap daun bertangkai daun. Bunganya berbentuk bintang berwarna putih. Batangnya
berkayu keras, dan biasanya berbuah setelah 2,5 tahun. Buahnya berbentuk bulat dengan
permukaan yang licin, berkulit tipis, dan berwarna hijau kekuningan kalau sudah tua.
Buahnya mengandung banyak air dan vitamin C yang cukup tinggi. Daun, buah, dan
bunganya mengandung minyak terbang. Biasanya jeruk nipis tumbuh dengan baik di daerah
dataran rendah yang banyak terkena sinar matahari.
Jeruk nipis mengandung asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral,
limonen, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehid,
nnildehid) damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang vitamin B1
dan C.
Rasa jeruk nipis yang asam bisa membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi
dan mulut orang yang suka merokok. Dari kandungan berbagai minyak dan zat di dalamnya,
jeruk nipis dimanfaatkan untuk mengatasi disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri,
jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan,
mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyanganyangan
(kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.
Dari beberapa penelitian terakhir menunjukkan, jeruk nipis juga mempunyai manfaat
mencegah kekambuhan batu ginjal, khususnya batu ginjal kalsium idiopatik. Menurut laporan
tersebut, mengkonsumsi jeruk nipis bisa mencegah timbulnya batu ginjal. Hal ini diakui oleh
Kepala Instalasi Renal RS dr Sardjito, Yogyakarta, Prof DR Mochammad Sja'bani.
Pada penelitian tersebut diketahui bahwa jeruk nipis mengandung sitrat yang tinggi,
sementara banyak penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah. Ia mengatakan
kandungan sitrat jeruk nipis lokal (Citrus aurantifolia Swingle yang bulat) 10 kali lebih besar
dibanding kandungan sitrat pada jeruk keprok, atau enam kali jeruk manis. Kandungan
sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogram.
Pada umumnya asam sitrat dalam air kemih pada penderita batu ginjal paling rendah pada
malam dan dini hari. Maka pemberian jeruk nipis lebih bagus dikonsumsi sesaat sesudah
makan malam. Perasan jeruk nipis yang dikonsumsi sesudah makan malam tersebut
dilaporkan tak menimbulkan keluhan lambung. Air perasan dua buah jeruk nipis itu diencerkan
dalam dua gelas air.
Meminum campuran jeruk ini bisa menurunkan dan mencegah kekambuhan batu ginjal
kalsium idiopatik. Pencegahan penyakit ini perlu sebab jenis ini ditemukan pada sekitar 80
persen penderita batu ginjal. Namun, upaya pencegahan dan pengobatan penyakit ini
dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam atau makanan asin, memberi masukan
kalsium yang cukup, dan mengkonsumsi protein rendah fosfat.

No comments: