19 June 2011

Kopi Bisa Cegah Kanker Hati

Menurut studi terbaru di Jepang, kopi
dapat menjadi pembawa berkah bagi dunia kedokteran, karena bisa membantu mencegah
kanker hati.
Sebenarnya, mitos tentang si hitam yang menurut sejarah berasal dari Afrika Timur ini banyak
sekali, bahkan bisa menimbulkan pro dan kontra yang berkepanjangan hingga sampai
sekarang. Kalau dikumpulkan, maka orang lebih banyak mengatakan bahwa kopi lebih banyak
mudharatnya ketimbang manfaatnya.
Berdasarkan studi yang melibatkan lebih 90.000 orang Jepang ditemukan, orang yang minum
kopi setiap hari menghadapi separuh resiko kanker hati.
Menurut perkiraan Masyarakat Kanker Amerika, 18.920 kasus baru kanker hati didapati di AS
tahun lalu dan sebanyak 14.270 orang meninggal akibat penyakit tersebut. Penyebabnya
meliputi hepatitis, sirosis, konsumsi alkohol secara berlebihan dan penyakit yang
mengakibatkan radang hati kronis.
Satu tim peneliti yang dipimpin oleh Monami Inoue dari Pusat Kanker Nasional di Tokyo
menganalisis studi kesehatan masyarakat selama 10 tahun untuk memastikan bahwa
penggunaan kopi oleh orang yang didiagnosis menderita kanker hati dan orang yang tak
terserang kanker, dan mendapati bahwa kemungkinan serangan penyakit itu pada orang yang
tak pernah atau hampir tak pernah minum kopi berjumlah 547,2 kasus per 100.000 selama 10
tahun.
Namun pada mereka yang minum kopi setiap hari, resiko itu berkisar 214,6 kasus per
100.000, kata para peneliti tersebut dalam Journal Lembaga Kanker Nasional.
"Selama ini orang melihat kopi dari sisi buruknya saja, karena kopi memiliki efek diuretik
sehingga membuat orang sering buang air kecil dan vitamin yang larut dalam air ikut
terbuang," kata Monami.
Padahal, dengan seringnya buang air kecil, hal ini akan memperkecil terbentuknya batu ginjal.
Orang yang minum teh, kopi dan wine maka pembentukan batu ginjal akan berlangsung lebih
lambat dibanding mereka yang minum jus buah.
Kendati jus buah memang menyehatkan, namun bagi orang yang sudah lanjut usia, jus buah
yang mengandung berbagai vitamin dan mineral itu akan membuat ginjalnya bekerja lebih
keras. Karena ginjal sudah kurang berfungsi dengan baik dalam mencerna vitamin dan
mineral. Akibatnya, mineral-mineral tersebut menjadi batu.
Namun, para peneliti tak dapat membandingkan dampak kopi biasa dan tanpa kafein karena
kopi tanpa kafein jarang dikonsumsi di Jepang. Kafein pada kopi lah yang membuat orang jadi
gelisah dan itu telah diperlihatkan dalam studi lain guna meningkatkan kesiagaan mental pada
banyak orang.
Di samping itu, kopi juga bermanfaat bagi penderita asma. Penelitian membuktikan bahwa
penderita asma yang minum kopi cenderung jarang kambuh. Namun, kesimpulan ini masih
perlu penelitian lebih lanjut, karena mekanisme hubungan antara kopi dan asma masih belum
diketahui secara pasti.
"Mungkin karena kopi itu hangat sehingga tidak banyak menimbulkan banyak buang air,
karena asma terkait dengan suhu makanan dan minuman yang kita makan," ungkap Monami.

No comments: