11 June 2011

Asal-usul Lukisan Monalisa

Lukisan Monalisa yang juga dikenal sebagai La Gioconda di Italia dan La Joconde di Perancis diyakini banyak kalangan dilukis oleh Leonardo da Vinci pada era Renaisans yaitu tepatnya di tahun
1503. Sementara subyek lukisannya menurut sejumlah sejarawan adalah seorang wanita asal kota Florence, Italia yang bernama Lisa del Giocondo atau Lisa Gherardini, isteri dari seorang pengusaha sutera kaya, Francesco del Giocondo. Leonardo da Vinci mengerjakan lukisan potret ini hingga tahun 1506 dan sayangnya ia tidak meninggalkan catatan apapun dalam karya legendaris tersebut hingga akhir hayat pada tahun 1519. Namun hal inilah yang membuat Monalisa menjadi masyhur karena para sejarawan mengajukan beragam teori tentang lukisan ini baik berupa motif pribadi da Vinci dalam melukis, subyek lukisan, kapan lukisan dibuat, siapa pemilik sah lukisan dan tentu saja: makna senyum si Monalisa. Leonardo da Vinci

Lukisan Monalisamenggambarkan potret setengah badan seorang wanita usia pertengahan 20an yang berpose di sebuah teras gedung. Berbeda dengan sejumlah model lukisan potret pada masa itu yang umumnya berpose tegak lurus dan kaku, model lukisan ini terlihat santai menyilangkan tangannya di pegangan kursi sambil mengembangkan senyum tipis yang sangat misterius. Lukisan ini menjadi khas juga karena sang model lukisan tidak memakai perhiasan apapun di tubuhnya dan bahkan tidak mempunyai
alis mata! Namun sebenarnya lukisan Monalisa tidak terlalu terkenal hingga pertengahan era 1800an ketika para seniman aliran Simbolik memuji Monalisa sebagai simbol kemisteriusan wanita.
Sejak saat itu Monalisa menjadi inspirasi berbagai macam puisi, lagu dan drama. Semakin terkenal lagi ketika lukisan ini dicuri pada tahun 1911 dan untungnya dua tahun kemudian diketemukan. Perjalanan panjang Monalisa
Monalisa merupakan salah satu karya kesayangan Leonardo da Vinci. Ini terbukti karena da Vinci terus membawa lukisan tersebut kemana pun dia pergi hingga akhir hayat. Tahun 1516, da Vinci diundang melukis ke Perancis oleh Raja Francois I. Raja yang kagum terhadap karya- karya da Vinci membeli sejumlah lukisan sang maestro termasuk lukisan Monalisa dan kemudian memajangnya di istana Château Fontainebleau. Selanjutnya, Raja Louis XIV memindahkan lukisan ke istana Versailles. Setelah Revolusi Perancis, lukisan berpindah lagi ke istana (sekarang museum) Louvre. Penguasa terkenal pasca Revolusi Perancis, Napoleon I bahkan pernah menggantung lukisan Monalisa di kamar pribadinya. Peristiwa menggemparkan terjadi pada 21 Agustus 1911 ketika Monalisa dicuri oleh seorang karyawan museum berkebangsaan Italia, Vincenso Peruggia. Dia menyimpan Monalisa selama dua tahun di loteng kamarnya di Paris. Tahun 1913, Peruggia membawa pulang Monalisa ke Italia dan mencoba menjualnya. Dia kemudian tertangkap, namun masyarakat Italia malah menganggap Peruggia sebagai pahlawan karena berhasil‘ memulangkan’ Monalisa ke tanah airnya. Setelah dipamerkan ke publik, Pemerintah Italia akhirnya memulangkan Monalisa kembali ke ‘rumah’ di Museum Louvre, Perancis. Tahun 1962, Monalisa sempat berkunjung ke negara Paman Sam, AS untuk dipamerkan di museum National Gallery. Tahun 1974, bertualang ke Moskow dan Tokyo, di mana jumlah pengunjung pameran hampir mencapai dua juta orang hanya dalam beberapa hari saja. Sebuah rekor jumlah kunjungan museum yang belum terpecahkan hingga
sekarang.
Banyak yang menyukai
lukisan Monalisa namun
tidak sedikit pula yang
membencinya. Tahun
1956, Monalisa dilempari
asam hingga
menyebabkan sedikit
kerusakan di bagian
bawah lukisan.
Selanjutnya terkena
lemparan batu yang
menyebabkan lukisan
lecet di beberapa bagian.
Tahun 1974, Pemerintah
Jepang menghadiahi
Monalisa bingkai kaca anti
peluru yang berpenyejuk
udara. Sejak saat itu
Monalisa mulai aman dari
gangguan tangan-tangan
jahil.
Sejumlah fakta menarik
lain tentang Monalisa
Monalisa dilukis di atas
kanvas kulit kayu
menggunakan cat minyak
dan berukuran 77 x 53
cm.
Mona dalam bahasa Italia
adalah singkatan untuk
madonna yang artinya
adalah "nyonyaku".
Sehingga judul lukisan
artinya adalah Nyonya
Lisa. Dalam bahasa Italia
biasanya judul lukisan
ditulis sebagai Monna Lisa
(dengan ‘n’ ganda).
La Gioconda adalah
bentuk feminin dari
Giocondo. Kata giocondo
dalam bahasa Italia
artinya adalah "riang"
dan la gioconda artinya
adalah "wanita riang".
Berkat senyum Mona Lisa
yang misterius, frasa ini
memiliki makna ganda.
Begitu pula
terjemahannya dalam
bahasa Perancis; La
Joconde.
Nama Mona Lisa dan La
Gioconda atau La Joconde
menjadi judul lukisan
yang diterima secara luas
semenjak abad ke-19.
Sebelumnya lukisan ini
disebut dengan berbagai
nama seperti "Wanita dari
Firenze" atau "Seorang
wanita bangsawan
dengan kerudung tipis".
Lisa del Giocondo (Lisa
Gherardini) atau Monna
Lisa lahir tahun 1479 dan
berusia sekitar 24 tahun
ketika Leonardo da Vinci
melukisnya.
Tahun 1625, seorang
bangsawan Inggris, Duke
of Buckingham
mengajukan tawaran
membeli lukisan Monalisa.
Seniman terkenal Italia,
Pablo Picasso sempat
diinterogasi polisi Italia
saat lukisan Monalisa
hilang. Ini karena Picasso
sebelumnya diketahui
membeli beberapa arca
curian dari Museum
Louvre beberapa bulan
sebelum Monalisa hilang.
Tahun 1919, seniman
aliran Dadais, Marcel
Duchamp melukis parodi
Monalisa bertajuk
L.H.O.O.Q. Dalam lukisan ini
Monalisa ditambahkan
kumis dan jenggot.
L.H.O.O.Q. menjadi sama
tenarnya dengan
Monalisa.
La Joconde a le sourire
(Monalisa masih
tersenyum) adalah
sebuah sandi rahasia saat
Perang Dunia II untuk
menandakan bahwa
sejumlah barang seni
koleksi Negara telah
diamankan.
Tahun 2000, Eric
Harshbarger menyusun
sketsa Monalisa
menggunakan mainan
Lego, sementara Karen
Eland melukis Monalisa
menggunakan bahan kopi.
Lukisan Monalisa terkecil
dibuat oleh Yves Gerard
yang berukuran 9x13
milimeter. Sementara
lukisan yang terbesar
(Mega Mona) dibuat oleh
Karen Savell yang
berukuran 44x62 inci.
Karakter Monalisa
sempat muncul dalam
serial kartun “Kura-kura
Ninja” di episode
'Raphael Meets His Match'.
Tiga anggota kura-kura
Ninja: Raphael, Leonardo,
dan Donatello membantu
Monalisa mencari
penjahat yang telah
mengubahnya menjadi
mutan
Tahun 2000 digelar
sebuah pameran besar
dengan tajuk Seratus
Senyum Monalisa (The
100 Smiles of Mona Lisa)
yang memamerkan
beragam salinan lukisan
Monalisa sejak abad
ke-19.
Sebelum berkunjung ke
AS pada tahun 1962,
Monalisa ditaksir untuk
kepentingan asuransi dan
nilainya adalah 100 juta
dolar AS. Hingga saat ini
Monalisa tidak
diasuransikan karena
sudah dianggap sebagai
aset Negara oleh
pemerintah Perancis.
Sebuah tayangan dari
National Geographic
berjudul "Testing the
Mona Lisa" mengungkap
bahwa Monalisa ternyata
sedang hamil saat dilukis.
Tahun 2005, sejumlah
peneliti dari Universitas
Amsterdam mengungkap
penelitian mereka
tentang senyum Monalisa
yaitu: 83% bahagia, 9%
jijik, 6% takut, 2% marah,
-1% marah, 0% terkejut.
Januari 2010, Dr Vito
Franco, profesor anatomi
patologi dari Universitas
Palermo berteori bahwa
Monalisa saat dilukis pada
1503 mengalami
kegemukan dan
berkolesterol tinggi.
Museum Vernon di AS
mengklaim lukisan
Monalisa mereka adalah
lukisan asli. Monalisa versi
Vernon memiliki subyek
yang lebih muda dan
lukisannya agak sedikit
lebih lebar.
Kontroversi tak berujung
Sampai sekarang
Monalisa masih diliputi
tanda tanya besar
terutama yang berkaitan
dengan subyek
lukisannya. Memang
pendapat umum yang
diterima semua kalangan
Monalisa adalah Lisa del
Giocondo (Lisa Gherardini)
, tapi ada ahli yang
mengatakan bahwa
Monalisa sebenarnya
adalah potret diri
Leonardo da Vinci yang
dilukis berwujud
perempuan, sementara
ada juga yang
mengatakan Monalisa
adalah ibu kandung da
Vinci. Pendapat lain
mengatakan Monalisa
adalah Pacifica Brandano,
Constanza d'Avalos dan
bahkan Isabella of Aragon
yang merupakan isteri
terakhir dari da Vinci.
Jelasnya, siapapun yang
dilukis oleh da Vinci dalam
lukisan Monalisa hanya
dia dan Tuhan yang tahu!

No comments: