PEMBAHASAN
Layanan Bimbingan dan Konseling didasarkan atas PP Nomor 28 Tahun 1990 Bab X Pasal 25 Ayat (1), yang menyatakan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Berdasarkan pedoman Bimbingan dan Penyuluhan siswa di Sekolah Dasar Tahun 1995/1996, layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan agar para siswa dapat mewujudkan diri sebagai pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, pelajar kreatif dan pekerjaproduktif.
Langkah-langkah dalam pengumpulan informasi tentang siswa dalam studi kasus kesulitan belajar ini, yaitu sebagai berikut: (1) Identifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar, (2) Diagnosis, (3) Prognosis, (4) Treatment, (5) Follow Up (tindak lanjut).
2.1 Identifikasi Kasus
A. Identitas Siswa:
a. Nama Lengkap : M. Ikin (fiktif)
b. Nama Panggilan : Ikin (fiktif)
c. Jenis Kelamin : Laki-laki
d. Tempat dan Tanggal Lahir : Malang 22 Januari 1993
e. Anak ke : 4 Dari 4 Bersaudara
f. Agama : Islam
g. Alamat : Jl. Aries Munandar
h. Kelas : X Resto 1
B. Identitas Keluarga:
1. Keterangan Ayah;
a. Nama : M. Ifai (fiktif)
b. Pekerjaan : Swasta
c. Pendidikan : SMP
d. Agama : Islam
e. Umur : 57 Tahun
f. Alamat : Jl. Aries Munandar
2. Keterangan Ibu;
a. Nama : Muslimah (fiktif)
b. Pekerjaan : Swasta
c. Pendidikan : SD
d. Agama : Islam
e. Umur : 47 Tahun
f. Alamat : Jl. Aries Munandar
3. Keterangan Saudara Kandung;
No Nama Tanggal Lahir Kaka/Adik Sekolah/Bekerja
1 Hidayat (fiktif) 18 – 08 – 1883 Kakak Bekerja
2 Yati (fiktif) 26 – 05 – 1984 Kakak Ibu Rumah Tangga
3 Wati (fiktif) 29 – 06 - 1986 Kakak Bekerja
C. Hubungan Siswa Dengan Keluarga dan Orang Lain;
a. Hubungan dengan Ayah biasa saja.
b. Hubungan dengan Ibu selalu berbeda pendapat.
c. Hubungan dengan saudara cukup akrab.
d. Hubungan anda dengan orang lain Baik
D. Keadaan Tempat Tinggal Siswa;
a. Tinggal bersama : Orang Tua
b. Status Rumah : Orang Tua
c. Penerangan Rumah : Listrik
E. Sarana Dan Prasaran Belajar Siswa;
a. Ke Sekolah Naik : Sepeda/diantar Bapak
b. Biaya ditanggung oleh : Orang Tua
c. Punya/tidak tempat belajar khusus : Tidak
d. Buku pelajaran/diktat yang dimiliki : -
F. Jadwal Belajar Siswa;
a. Belajar pada waktu : Malam Hari
b. Belajar mulai pukul : Tidak Tentu
G. Kegiatan Diluar Sekolah;
a. Kegiatan anda sebelum berangkat ke sekolah : Menyetrika dan Sarapan
b. Anda hobi membaca : Tidak
- Buku hiburan atau komik : Ya
- Artikel : Tidak
- Majalah : Tidak
- Buku pengetahuan umum : Tidak
- Buku pelajaran : Ya
c. Hobi anda yang lain
- Menonton TV/Film : Ya
- Bermain Game :.Ya
- Lain-lain : -
H. Keadaan Jasmani Siswa;
a. Tinggi Badan : 170 cm
b. Berat Badan : 45 - 49 kg
c. Keadaan alat indera : Normal
d. Keadaan organ tubuh : Normal
i. Kebiasaan Belajar;
a. Mempunyai waktu untuk belajar di rumah.
b. Belajar kalau ada ulangan atau pekerjaan rumah.
c. Tidak mempunyai daftar pembagian waktu belajar.
d. Lampu ruang belajar di rumah cukup memadai.
e. Biasa tidur siang.
f. Di rumah mempunyai kegiatan olah raga, organisasi, atau kegiatan-kegiatan lain, selain membantu orang tua.
g. Merasa cocok terhadap bidang studi yang dipilih.
h. Menentukan bidang studi yang dipilih.
i. Ada beberapa pelajaran yang sulit diikuti.
j. Dapat mengikuti sistem pendidikan di sekolah ini.
k. Belajar karena dorongan atau kebutuhan diri sendiri.
l. Buku-buku pelajaran kurang lengkap.
m. Catatan kurang lengkap.
n. Jarang membaca buku-buku pelajaran.
o. Sering bertanya kepada bapak/ibu guru tentang pelajaran.
p. Jarang bertanya kepada teman tentang pelajaran.
q. Di rumah ada yang membantu dalam soal pelajaran.
j. Masalah Kesehatan;
a. Merasa lelah dan tidak bersemangat.
k. Masalah Kehidupan Ekonomi;
a. Uang saku saya tidak mencukupi.
l. Masalah Keluarga;
a. Anak bungsu.
b. Di rumah kurang merasa senang.
m. Masalah Agama dan Moral;
a. Merasa hormat kepada orang tua.
b. Merasa hormat kepada wanita.
c. Sangat segan bergaul dengan teman wanita/pria yang agak ugal-ugalan.
n. Masalah Pribadi;
a. Merasa rendah diri.
o. Masalah Rekreasi/Hobi dan Penggunaan Waktu;
a. Orang tua tidak pernah mengajak rekreasi.
p. Masalah Kegiatan Belajar;
a. Belajar tidak teratur waktunya.
b. Belajar dengan cara menghafal.
c. Sering menyalin pekerjaan teman.
q. Data Masalah yang Dihadapi Klien;
No. Masalah Jumlah %
1 Masalah Kesehatan 1 4,17
2 Masalah Kehidupan Ekonomi 1 5
3 Masalah Keluarga 2 10,53
4 Masalah Agama dan Moral 3 13,64
5 Masalah Pribadi 1 7,70
6 Masalah Rekreasi/Hobi dan Penggunaan Waktu 1 5,56
7 Masalah Kegiatan Belajar 3 21,43
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa maslah yang sering dihadapi oleh klien adalah masalah kegiatan belajar (21,43%), masalah Agama dan Moral (13,64%), masalah keluarga (10,53%), masalah pribadi (7,70%).
2.2Diagnosis
Diagnosis adalah gambaran mengenai masalah klien dan penyebab timbulnya masalah itu. Menurut (Thorndike dan Hagen, 1955) yang diartikan dalam Abin Syamsudin, diagnosis merupakan istilah yang diambil dari bidang medis, adalah:
a.Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (weakness, disease) apa yang dialami sesorang dengan melalui pengujian dan studi yang saksama mengenai gejala-gejalanya.
b.Studi yang seksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial.
c. Keputusan-keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang seksama atas gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal.
Sedangkan diagnosis kesulitan belajar adalah sebagai suatu proses upaya untuk memahami jenis dan karakteristik serta latar belakang kesulitan belajar dengan menghimpun dan mempergunakan berbagai data/informasi selengkap dan seobjektif mungkin sehingga memungkinkan untuk mengambil kesimpulan dan keputusan serta mencari alternatif kemungkinanpemecahannya.
Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada Ikin (fiktif), dapat diketahui/ditemukan beberapa masalah, diantara; observasi dan wawancara. Dari hasil observasi dan pengamatan selama berinteraksi dengan Ikin (fiktif) terlihat sangat suka bercerita, dan cenderung gampang dekat, akrab dan seperti ingin mencari perhatiandariorang. Walaupun Ikin (fiktif) terlihat mendengarkan ketika sedang diajak bicara, namun perhatiannya tidak memperlihatkan kepahaman. Terkadang instruksi yang diberikan harus dilakukan secara berulang, baru bisa dipahami.
Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dengan teman sekelas Ikin (fiktif) ketika di dalam kelas kurang baik, terkadang suka mengganggu temannya, sering bolos dari pelajaran, akan tetapi terkadang Ikin (fiktif) dapat memperhatikan guru ketika sedang menjelaskan, jika pelajaran tersebut yang memang ia sukai. Tapi susah untuk menangkap pengajaran/ penjelasan yang diberikan oleh guru. Ketika diberikan suatu tugas atau perintah, ia dapat melaksanakan, namun terkadang suka tidak memahami perintah. Begitu pula dengan tugas, bisa mengerjakan tugas yang diberikan, namun sebagian besar kurang tepat. Dari pihak orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya kepada sekolah, karena kondisi keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan yang rendah.
Dari beberapa keterangan, observer/penulis dapat menyimpulkan bahwa pendekatan dan strategi serta program yang berbeda pada tiap siswa akan menjadi lebih baik bagi siswa, sehingga ia akan dapat menerima pengajaran yang tepat sesuai dengan kondisinya. Untuk memahami siswa, maka diperlukan adanya diagnosis terlebih dahulu. Kerjasama antar berbagai pihak dan saling terbuka untuk berkomunikasi, tidak kalah pentingnya dalam tercapainya tujuan yang diharapkan.
2.3Prognosis
Langkah prognosis yaitu suatu langkah untuk mengestimasi (mengukur), memperkirakan apakah kesulitan tersebut dapat dibantu atau tidak. Kesulitan belajar adalah suatu gangguan dalam atau lebih dari proses psikologis dasar yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa ujaran atau tulisan. Prognosis merupakan langkah perkiraan yang dapat diterapkan atau kemungkinan bantuan. Masing-masing kasus akan membutuhkan pengajaran ataupun langkah yang berbeda dengan yang lainnya dalam pengajaran yang akan dilakukan. Hal ini disesuaikan dengan kondisi kasus kesulitan yang dialami Ikin (fiktif) serta perkiraan penyebab kesulitan belajaryangdialamiIkin(fiktif).
Dari paparan tersebut kesulitan belajar yang dialami oleh Ikin (fiktif) adalah;
a. Sukar mengubah dan menyadarkan diri dengan pola kebiasaan belajar yang lebih sesuai, yaitu selalu mengulangi kesalahan yang serupa dalam keseluruhan atau sebagian bidang studi.
b. Belum menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai prasyarat untuk mengikuti pelajaran atau tingkat pendidikan tertentu.
c. Adanya kebiasaan dan kurang minat terhadap pelajaran.
d. Memiliki kebiasaan yang salah dalam belajar.
Dari hal tersebut mengakibatkan menurunnya kualitas belajar sehingga kesulitan dalam menerima pelajaran. Berdasarkan hasil data analisis dapat disimpulkan bahwa jika klien tersebut tidak cepat ditanggulangi maka klien tersebut akan cenderung :
a. Akan memiliki kepribadian menyimpang yang dampaknya adalah tidak bisa mengikuti aktifitas belajar mengajar dengan optimal.
b. Akan selalu membiasakan diri tidak memperhatikan pelajaran sewaktu pelajaran berlangsung.
c. Ada kecenderungan klien bersikap acuh tak acuh terhadap pendidikan yang diembannya.
2.4Treatment(PemberianBantuan)
Treatment atau pemberian bantuan merupakan hal yang sangat penting dalam menanggapi kasus yang dialami oleh siswa yang bermasalah. Untuk pelaksanaannya diperlukan kerjasama antara berbagai pihak, baik itu guru sendiri, orangtua maupun siswa sendiri. Namun dalam pelaksanaannya, pemecahan masalah harus dilakukan untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar, menumbuhkan keyakinan bahwa siswa tersebut bisa dan dukungan agar ia mau dan mampu lebih baik. Dukungan berbagai pihak merupakan kunci dari pemecahan masalah yang akan dipecahkan, baik itu dari orang tua, saudara, guru, maupun dari teman-temannaya.
Langkah pemberian bantuan ini mempunyai tujuan untuk mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi siswa dengan menyelesaikan permasalahan. Permasalahan yang mempengaruhi semangat belajar, sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam pemberian bantuan ini antara lain:
1.BidangPelajarandanBelajarnya;
a. Melakukan pendekatan personal untuk memperbaiku perilaku menyimpang dan diluar kebiasaan(dilakukandi luar jam pelajaran).
b. Pembagian waktu belajar yang tepat dengan sarana yang ada baik di rumah maupun di sekolah. (Membuat jadwal aktifitas sehari-hari).
c. Supaya aktif dalam kegiatan belajarnya dapat dilakukan di sekolah diberikan tuntutan atau cara yang baik untuk meningkatkan konsentrasi belajarnya.
d. Pemberian bimbingan agar dapat menghilangkan sifat-sifat yang tidak baik, baik dalam belajar maupun sifat dengan teman-temannya waktu pelajaran dimulai dan sampai pelajaran berakhir.
2.MasalahKewajiban;
a. Disarankan siswa untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam pelajaran dan melanjutkan pelajaran yang diberikan di sekolah dilanjutkan dirumah dan juga dianjurkan untuk sering membaca buku pelajaran yang akan diajarkan pada esok hari atau buku yang lain.
b. Menyarankan agar perasaan malas yang ada pada diri siswa dihilangkan dengan mengisi kegiatan yang sifatnya membangun baik membangun pelajaran maupun mental peserta didik.
2.5 Follow Up (Tindak Lanjut)
Kegiatan ini dilakukan setelah dilakukan treatment atau pemberian bantuan, gunanya untuk mempertahankan pemecahan masalah tersebut. Untuk tindak lanjut bisa dilakukan oleh pengajar sendiri, guru BK ataupun dirujuk dan dialihtangankan kepada pihak lain yang lebih berkompeten maupun dari orang tua siswa itu sendiri.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil perkiraan dan identifikasi alternatif pemecahan pada Bab III Layanan Bimbingan Siswa, maka ada beberapa rekomendasi yang dapat dijadikan alternatif tindakan yang ditempuh untuk melaksanakan pemecahan.
Pendekatan dan strategi serta program yang berbeda pada tiap siswa akan menjadi lebih baik bagi siswa, sehingga ia akan dapat menerima pengajaran yang tepat sesuai dengan kondisinya. Untuk memahami siswa, maka diperlukan adanya diagnosis terlebih dahulu. Kerjasama antar berbagai pihak dan saling terbuka untuk berkomunikasi, tidak kalah pentingnya dalam tercapainya tujuan yang diharapkan.
Dari paparan data dan pembahasan diatas dapat diperoleh kesimpulan tentang subyek, adalah sebagai berikut:
a. Klien sukar mengubah dan menyadarkan diri dengan pola kebiasaan belajar yang lebih sesuai, yaitu selalu mengulangi kesalahan yang serupa dalam keseluruhan atau sebagian bidang studi.
b. Klien belum menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai prasyarat untuk mengikuti pelajaran atau tingkat pendidikan tertentu.
c. Klien adanya kebiasaan dan kurang minat terhadap pelajaran.
d. Klien memiliki kebiasaan yang salah dalam belajar.
3.2 Saran
BagiPesertaDidikKlien):
Mulailah aktifitas belajar di sekolah dengan niat yang baik, belajarlah untuk mendengarkan saran guru, dan teman sehingga proses pembelajaran berlangsung dengan nyaman. Hilangkan perilaku-perilaku amoral yang biasa dilakukan di dalam kelas sehingga kamu lebih dihargai oleh teman dan guru.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Mulyono. 2003. Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta
Furchan, Arief, MA.,Ph.D. (Penerjemah). 2004. Pengantar penelitian Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Makmun, Abin Syamsudin. 1996. Psikologi Kependidikan. Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: Rosda Karya.
Sunarto & Hartono, Agung. 1994. Perkembangan Peserta Didik. Drektorat Jenderal Pendidikan Tinggi: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
UPT PPL, UM. 2007. Petunjuk Pelaksanaan Praktik Pelayanan Lapangan (PPL) Keguruan Negeri Malang: UM Press.
Layanan Bimbingan dan Konseling didasarkan atas PP Nomor 28 Tahun 1990 Bab X Pasal 25 Ayat (1), yang menyatakan bahwa bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Berdasarkan pedoman Bimbingan dan Penyuluhan siswa di Sekolah Dasar Tahun 1995/1996, layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan agar para siswa dapat mewujudkan diri sebagai pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, pelajar kreatif dan pekerjaproduktif.
Langkah-langkah dalam pengumpulan informasi tentang siswa dalam studi kasus kesulitan belajar ini, yaitu sebagai berikut: (1) Identifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar, (2) Diagnosis, (3) Prognosis, (4) Treatment, (5) Follow Up (tindak lanjut).
2.1 Identifikasi Kasus
A. Identitas Siswa:
a. Nama Lengkap : M. Ikin (fiktif)
b. Nama Panggilan : Ikin (fiktif)
c. Jenis Kelamin : Laki-laki
d. Tempat dan Tanggal Lahir : Malang 22 Januari 1993
e. Anak ke : 4 Dari 4 Bersaudara
f. Agama : Islam
g. Alamat : Jl. Aries Munandar
h. Kelas : X Resto 1
B. Identitas Keluarga:
1. Keterangan Ayah;
a. Nama : M. Ifai (fiktif)
b. Pekerjaan : Swasta
c. Pendidikan : SMP
d. Agama : Islam
e. Umur : 57 Tahun
f. Alamat : Jl. Aries Munandar
2. Keterangan Ibu;
a. Nama : Muslimah (fiktif)
b. Pekerjaan : Swasta
c. Pendidikan : SD
d. Agama : Islam
e. Umur : 47 Tahun
f. Alamat : Jl. Aries Munandar
3. Keterangan Saudara Kandung;
No Nama Tanggal Lahir Kaka/Adik Sekolah/Bekerja
1 Hidayat (fiktif) 18 – 08 – 1883 Kakak Bekerja
2 Yati (fiktif) 26 – 05 – 1984 Kakak Ibu Rumah Tangga
3 Wati (fiktif) 29 – 06 - 1986 Kakak Bekerja
C. Hubungan Siswa Dengan Keluarga dan Orang Lain;
a. Hubungan dengan Ayah biasa saja.
b. Hubungan dengan Ibu selalu berbeda pendapat.
c. Hubungan dengan saudara cukup akrab.
d. Hubungan anda dengan orang lain Baik
D. Keadaan Tempat Tinggal Siswa;
a. Tinggal bersama : Orang Tua
b. Status Rumah : Orang Tua
c. Penerangan Rumah : Listrik
E. Sarana Dan Prasaran Belajar Siswa;
a. Ke Sekolah Naik : Sepeda/diantar Bapak
b. Biaya ditanggung oleh : Orang Tua
c. Punya/tidak tempat belajar khusus : Tidak
d. Buku pelajaran/diktat yang dimiliki : -
F. Jadwal Belajar Siswa;
a. Belajar pada waktu : Malam Hari
b. Belajar mulai pukul : Tidak Tentu
G. Kegiatan Diluar Sekolah;
a. Kegiatan anda sebelum berangkat ke sekolah : Menyetrika dan Sarapan
b. Anda hobi membaca : Tidak
- Buku hiburan atau komik : Ya
- Artikel : Tidak
- Majalah : Tidak
- Buku pengetahuan umum : Tidak
- Buku pelajaran : Ya
c. Hobi anda yang lain
- Menonton TV/Film : Ya
- Bermain Game :.Ya
- Lain-lain : -
H. Keadaan Jasmani Siswa;
a. Tinggi Badan : 170 cm
b. Berat Badan : 45 - 49 kg
c. Keadaan alat indera : Normal
d. Keadaan organ tubuh : Normal
i. Kebiasaan Belajar;
a. Mempunyai waktu untuk belajar di rumah.
b. Belajar kalau ada ulangan atau pekerjaan rumah.
c. Tidak mempunyai daftar pembagian waktu belajar.
d. Lampu ruang belajar di rumah cukup memadai.
e. Biasa tidur siang.
f. Di rumah mempunyai kegiatan olah raga, organisasi, atau kegiatan-kegiatan lain, selain membantu orang tua.
g. Merasa cocok terhadap bidang studi yang dipilih.
h. Menentukan bidang studi yang dipilih.
i. Ada beberapa pelajaran yang sulit diikuti.
j. Dapat mengikuti sistem pendidikan di sekolah ini.
k. Belajar karena dorongan atau kebutuhan diri sendiri.
l. Buku-buku pelajaran kurang lengkap.
m. Catatan kurang lengkap.
n. Jarang membaca buku-buku pelajaran.
o. Sering bertanya kepada bapak/ibu guru tentang pelajaran.
p. Jarang bertanya kepada teman tentang pelajaran.
q. Di rumah ada yang membantu dalam soal pelajaran.
j. Masalah Kesehatan;
a. Merasa lelah dan tidak bersemangat.
k. Masalah Kehidupan Ekonomi;
a. Uang saku saya tidak mencukupi.
l. Masalah Keluarga;
a. Anak bungsu.
b. Di rumah kurang merasa senang.
m. Masalah Agama dan Moral;
a. Merasa hormat kepada orang tua.
b. Merasa hormat kepada wanita.
c. Sangat segan bergaul dengan teman wanita/pria yang agak ugal-ugalan.
n. Masalah Pribadi;
a. Merasa rendah diri.
o. Masalah Rekreasi/Hobi dan Penggunaan Waktu;
a. Orang tua tidak pernah mengajak rekreasi.
p. Masalah Kegiatan Belajar;
a. Belajar tidak teratur waktunya.
b. Belajar dengan cara menghafal.
c. Sering menyalin pekerjaan teman.
q. Data Masalah yang Dihadapi Klien;
No. Masalah Jumlah %
1 Masalah Kesehatan 1 4,17
2 Masalah Kehidupan Ekonomi 1 5
3 Masalah Keluarga 2 10,53
4 Masalah Agama dan Moral 3 13,64
5 Masalah Pribadi 1 7,70
6 Masalah Rekreasi/Hobi dan Penggunaan Waktu 1 5,56
7 Masalah Kegiatan Belajar 3 21,43
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa maslah yang sering dihadapi oleh klien adalah masalah kegiatan belajar (21,43%), masalah Agama dan Moral (13,64%), masalah keluarga (10,53%), masalah pribadi (7,70%).
2.2Diagnosis
Diagnosis adalah gambaran mengenai masalah klien dan penyebab timbulnya masalah itu. Menurut (Thorndike dan Hagen, 1955) yang diartikan dalam Abin Syamsudin, diagnosis merupakan istilah yang diambil dari bidang medis, adalah:
a.Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (weakness, disease) apa yang dialami sesorang dengan melalui pengujian dan studi yang saksama mengenai gejala-gejalanya.
b.Studi yang seksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial.
c. Keputusan-keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang seksama atas gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal.
Sedangkan diagnosis kesulitan belajar adalah sebagai suatu proses upaya untuk memahami jenis dan karakteristik serta latar belakang kesulitan belajar dengan menghimpun dan mempergunakan berbagai data/informasi selengkap dan seobjektif mungkin sehingga memungkinkan untuk mengambil kesimpulan dan keputusan serta mencari alternatif kemungkinanpemecahannya.
Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada Ikin (fiktif), dapat diketahui/ditemukan beberapa masalah, diantara; observasi dan wawancara. Dari hasil observasi dan pengamatan selama berinteraksi dengan Ikin (fiktif) terlihat sangat suka bercerita, dan cenderung gampang dekat, akrab dan seperti ingin mencari perhatiandariorang. Walaupun Ikin (fiktif) terlihat mendengarkan ketika sedang diajak bicara, namun perhatiannya tidak memperlihatkan kepahaman. Terkadang instruksi yang diberikan harus dilakukan secara berulang, baru bisa dipahami.
Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dengan teman sekelas Ikin (fiktif) ketika di dalam kelas kurang baik, terkadang suka mengganggu temannya, sering bolos dari pelajaran, akan tetapi terkadang Ikin (fiktif) dapat memperhatikan guru ketika sedang menjelaskan, jika pelajaran tersebut yang memang ia sukai. Tapi susah untuk menangkap pengajaran/ penjelasan yang diberikan oleh guru. Ketika diberikan suatu tugas atau perintah, ia dapat melaksanakan, namun terkadang suka tidak memahami perintah. Begitu pula dengan tugas, bisa mengerjakan tugas yang diberikan, namun sebagian besar kurang tepat. Dari pihak orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya kepada sekolah, karena kondisi keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan yang rendah.
Dari beberapa keterangan, observer/penulis dapat menyimpulkan bahwa pendekatan dan strategi serta program yang berbeda pada tiap siswa akan menjadi lebih baik bagi siswa, sehingga ia akan dapat menerima pengajaran yang tepat sesuai dengan kondisinya. Untuk memahami siswa, maka diperlukan adanya diagnosis terlebih dahulu. Kerjasama antar berbagai pihak dan saling terbuka untuk berkomunikasi, tidak kalah pentingnya dalam tercapainya tujuan yang diharapkan.
2.3Prognosis
Langkah prognosis yaitu suatu langkah untuk mengestimasi (mengukur), memperkirakan apakah kesulitan tersebut dapat dibantu atau tidak. Kesulitan belajar adalah suatu gangguan dalam atau lebih dari proses psikologis dasar yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa ujaran atau tulisan. Prognosis merupakan langkah perkiraan yang dapat diterapkan atau kemungkinan bantuan. Masing-masing kasus akan membutuhkan pengajaran ataupun langkah yang berbeda dengan yang lainnya dalam pengajaran yang akan dilakukan. Hal ini disesuaikan dengan kondisi kasus kesulitan yang dialami Ikin (fiktif) serta perkiraan penyebab kesulitan belajaryangdialamiIkin(fiktif).
Dari paparan tersebut kesulitan belajar yang dialami oleh Ikin (fiktif) adalah;
a. Sukar mengubah dan menyadarkan diri dengan pola kebiasaan belajar yang lebih sesuai, yaitu selalu mengulangi kesalahan yang serupa dalam keseluruhan atau sebagian bidang studi.
b. Belum menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai prasyarat untuk mengikuti pelajaran atau tingkat pendidikan tertentu.
c. Adanya kebiasaan dan kurang minat terhadap pelajaran.
d. Memiliki kebiasaan yang salah dalam belajar.
Dari hal tersebut mengakibatkan menurunnya kualitas belajar sehingga kesulitan dalam menerima pelajaran. Berdasarkan hasil data analisis dapat disimpulkan bahwa jika klien tersebut tidak cepat ditanggulangi maka klien tersebut akan cenderung :
a. Akan memiliki kepribadian menyimpang yang dampaknya adalah tidak bisa mengikuti aktifitas belajar mengajar dengan optimal.
b. Akan selalu membiasakan diri tidak memperhatikan pelajaran sewaktu pelajaran berlangsung.
c. Ada kecenderungan klien bersikap acuh tak acuh terhadap pendidikan yang diembannya.
2.4Treatment(PemberianBantuan)
Treatment atau pemberian bantuan merupakan hal yang sangat penting dalam menanggapi kasus yang dialami oleh siswa yang bermasalah. Untuk pelaksanaannya diperlukan kerjasama antara berbagai pihak, baik itu guru sendiri, orangtua maupun siswa sendiri. Namun dalam pelaksanaannya, pemecahan masalah harus dilakukan untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar, menumbuhkan keyakinan bahwa siswa tersebut bisa dan dukungan agar ia mau dan mampu lebih baik. Dukungan berbagai pihak merupakan kunci dari pemecahan masalah yang akan dipecahkan, baik itu dari orang tua, saudara, guru, maupun dari teman-temannaya.
Langkah pemberian bantuan ini mempunyai tujuan untuk mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi siswa dengan menyelesaikan permasalahan. Permasalahan yang mempengaruhi semangat belajar, sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam pemberian bantuan ini antara lain:
1.BidangPelajarandanBelajarnya;
a. Melakukan pendekatan personal untuk memperbaiku perilaku menyimpang dan diluar kebiasaan(dilakukandi luar jam pelajaran).
b. Pembagian waktu belajar yang tepat dengan sarana yang ada baik di rumah maupun di sekolah. (Membuat jadwal aktifitas sehari-hari).
c. Supaya aktif dalam kegiatan belajarnya dapat dilakukan di sekolah diberikan tuntutan atau cara yang baik untuk meningkatkan konsentrasi belajarnya.
d. Pemberian bimbingan agar dapat menghilangkan sifat-sifat yang tidak baik, baik dalam belajar maupun sifat dengan teman-temannya waktu pelajaran dimulai dan sampai pelajaran berakhir.
2.MasalahKewajiban;
a. Disarankan siswa untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam pelajaran dan melanjutkan pelajaran yang diberikan di sekolah dilanjutkan dirumah dan juga dianjurkan untuk sering membaca buku pelajaran yang akan diajarkan pada esok hari atau buku yang lain.
b. Menyarankan agar perasaan malas yang ada pada diri siswa dihilangkan dengan mengisi kegiatan yang sifatnya membangun baik membangun pelajaran maupun mental peserta didik.
2.5 Follow Up (Tindak Lanjut)
Kegiatan ini dilakukan setelah dilakukan treatment atau pemberian bantuan, gunanya untuk mempertahankan pemecahan masalah tersebut. Untuk tindak lanjut bisa dilakukan oleh pengajar sendiri, guru BK ataupun dirujuk dan dialihtangankan kepada pihak lain yang lebih berkompeten maupun dari orang tua siswa itu sendiri.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil perkiraan dan identifikasi alternatif pemecahan pada Bab III Layanan Bimbingan Siswa, maka ada beberapa rekomendasi yang dapat dijadikan alternatif tindakan yang ditempuh untuk melaksanakan pemecahan.
Pendekatan dan strategi serta program yang berbeda pada tiap siswa akan menjadi lebih baik bagi siswa, sehingga ia akan dapat menerima pengajaran yang tepat sesuai dengan kondisinya. Untuk memahami siswa, maka diperlukan adanya diagnosis terlebih dahulu. Kerjasama antar berbagai pihak dan saling terbuka untuk berkomunikasi, tidak kalah pentingnya dalam tercapainya tujuan yang diharapkan.
Dari paparan data dan pembahasan diatas dapat diperoleh kesimpulan tentang subyek, adalah sebagai berikut:
a. Klien sukar mengubah dan menyadarkan diri dengan pola kebiasaan belajar yang lebih sesuai, yaitu selalu mengulangi kesalahan yang serupa dalam keseluruhan atau sebagian bidang studi.
b. Klien belum menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai prasyarat untuk mengikuti pelajaran atau tingkat pendidikan tertentu.
c. Klien adanya kebiasaan dan kurang minat terhadap pelajaran.
d. Klien memiliki kebiasaan yang salah dalam belajar.
3.2 Saran
BagiPesertaDidikKlien):
Mulailah aktifitas belajar di sekolah dengan niat yang baik, belajarlah untuk mendengarkan saran guru, dan teman sehingga proses pembelajaran berlangsung dengan nyaman. Hilangkan perilaku-perilaku amoral yang biasa dilakukan di dalam kelas sehingga kamu lebih dihargai oleh teman dan guru.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Mulyono. 2003. Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta
Furchan, Arief, MA.,Ph.D. (Penerjemah). 2004. Pengantar penelitian Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Makmun, Abin Syamsudin. 1996. Psikologi Kependidikan. Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: Rosda Karya.
Sunarto & Hartono, Agung. 1994. Perkembangan Peserta Didik. Drektorat Jenderal Pendidikan Tinggi: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
UPT PPL, UM. 2007. Petunjuk Pelaksanaan Praktik Pelayanan Lapangan (PPL) Keguruan Negeri Malang: UM Press.
No comments:
Post a Comment