BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bagaimana mengenal dan mendalami keterampilan membaca sehingga paham dan trampil membaca dengan benar dan efektif, serta dapat menyusun cara mengajarkan tujuan membaca kepada orang lain untuk melukiskan hal yang terjadi pada waktu seseorang itu membaca. Dalam suatu hal istilah tersebut keliru, sebab sesungguhnya tujuan membaca itu bukanlah proses tunggal. Tetapi merupakan sintesis berbagai proses yang berkulminasi pada suatu kegiatan tertentu.
Tujuan membaca sering kali dianggap sebagai kegiatan yang pasif,. Sebenarnya ada peringkat yang lebih tinggi, melainkan berarti pula memahami, menerima, menolak, membandingkan, dan meyakini pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh seorng pengarang. Tujuan membaca banyak dipengaruhi oleh tingkat kemampuan dan pengalaman yang dimiliki oleh pembaca.
B. Tujuan Penulisan
Upaya untuk memanfaatkan keterampilan dasar dan tujuan tertentu sebagai sarana untuk meningkatkan pengajaran membaca. Makalah ini memfokuskan kepada panduan membaca untuk memahami bahan bacaan kita.
Kita mungkin dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari bahan bacaan tapi seringkali kita kesulitan dalam memahami bacaan tersebut minimal mendekati pemahaman penulis akan lebih baik lagi ketika tingkat pemahaman kita sama dengan penulis. Ketika itu terjadi maka kita telah mencapai tujuan penulis.
C. Kegunaan Makalah
Memberikan informasi tentang tujuan membaca itu sendiri kepada pembaca.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Membaca
Menurut Oni Suryaman membaca adalah symbol sebuah peradaban. Yang membedakan peradaban maju dengan primitif, yaitu antara dengan Negara maju dan berkembang, melihat begitu pentingnya membaca, ia pun dijadikan salah satu indeks bagi pembangunan manusia yang sering dijadikan aturan keberhasilan pembangunan sebuah Negara.
Adapun cara meningkatkan kemampuan membaca berjenjang yaitu Membaca dasar, inspeksional, analitis, dan sintopikal (tematis). Tahapan-tahapan ini harus dijalani secara beruntun untuk maju ketahap berikutnya tanpa menguasai tahapan sebelumnya, setelah tahap-tahap ini maka kita dapat memahami proses membaca dan kemudian mencapai tujuan membaca tersebut.
a. Membaca Dasar
Membaca dasar yaitu mengeja, membaca kata dan kalimat menerjemahkan simbol menjadi sebuah bunyi yang bermakna.
b. Membaca Inspeksional
Membaca Inspeksional adalah membaca sekilas, secara sistematis sambil mengajukan pertanyaan kepada teks yang kita baca dan berusaha menjawabnya selain kita membaca.
c. Membaca Analitis
Inilah membaca dalam arti sesungguhnya , teknik membaca menduduki porsi yang sangat penting karena pada tahapan inilah membaca menjadi aktifitas yang komperenhensif, melibatkan semua semua upaya pikiran, dalam mendalami bacaan.
d. Membaca Sintopikal
Membaca Sintopikal yaitu membaca beberapa buku dalam tema yang sama, membandingkan, menganalisis, menyintesis, mereka menjadi sebuah ide yang baru.
B. Proses Membaca
Membaca merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan kita. Melalui media cetak kita dapat menyerap berbagai informasi yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun arti membaca mempunyai beberapa proses :
a. Membaca Sebagai Proses Psikologi
Kehidupan dan pertunbuhan kita senantiasa dipenuhi dengan kegiatan belajar, karenanya banyak hal kita kuasai yang diperoleh melalui proses belajar, begitu juga halnya dengan kemampuan membaca.
Ada berbagai faktor yang menjadi alasan nyata dalam proses psikologis dalam membaca seperti pada saat membaca kita akan mengetahui tantang kehidupan pada perkembangan diri maupun orang lain dari proses membaca. Seperti saat kita membaca tentang kekurangan gizi, tingkat kesehatan yang rendah, dan lain-lain. Itu berdampak pada psikologis diri kita pada saat membaca, sehingga perasaan dalam diri terbawa saat membaca. Kita merasakan bagaimana jika kita berada ditempat itu.
b. Membaca Sebagai Suatu Proses Sensoris
Membaca merupakan suatu proses sensoris, isyarat dan rangsangan untuk kegiatan membaca dimulai dengan melihat. Kemudian masuk lewat indera penglihatan (mata). Betapapun cerdas, mantap dan siap jiwanya seseorang, tidaklah mungkin bisa belajar membaca jika dia tidak mampu mengenali rangsangan materi yang dibaca. Penjelasan tersebuttidak berarti bahwa orang tersebut cacat tidak dapat belajar membaca. Siapapun mempunyai alat kompensasi yang sangat banyak. Tidak pula dapat dikatakan bahwa ketunanetraan dan ketunarunguan semata-mata yang merupakn penyebab kegagalan membaca. Pernyataan “membaca merupakan sebagai proses sensoris” tidaklah berarti bahwa membaca itu merupakan proses membaca semata-mata. Banyak hal yang terlibat dalam proses membaca dan ketidak mampuan membaca bisa disebabkan oleh berbagai faktor yaitu kepenatan, kebimbangan, kegelisahan, ketidak percayaan terhadap diri sendiri merupakan faktor-faktor yang sering kali berbaur dengan cacat yang diderita sehingga menyebabkan kegagalan membaca.
c. Membaca Sebagai Proses Perseptual
Proses Perseptual mempunyai kaita erat dengan proses sensoris, seperti dalam proses sensoris secara umum persepsi dimulai dengan melihat kemudian masuk lewat indera penglihatan. Namun demikian dalam proses perseptual kita cukup memperhatikan kedua hal yaitu melihat dan mendengar. Sebagai contoh kalau kita melihat sebuah titik hitam pada selembar kertas, maka titik itu tidak mempunyai makna apa-apa bagi kita. Akan tetapi jika titik hitam itu tampak kepada anda diakhir deretan kata-kata yang berbentuk kalimat, maka titik hitam itu mempunyai arti tanda berhenti. Jadi membaca sebagai proses perceptual yaitu persepsi yang berpengaruh dan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang jumlahnya dalam membaca. Kita tahu bahwa proses persepsi itu tidak hanya dipengaruhi oleh pikiran, tetapi kebudayaan, pengalaman, emosi, kematangan, dan bahkan keperibadian.
d. Membaca Sebagai Proses Perkembangan
Membaca itu pada dasarnya merupakan suatu proses perkembangan sepanjang hidup seseorang. Meski membaca itu merupakan proses perkembangan, geraknya tidaklah berada dalam jarak-jarak yang beraturan dan tidak pula tertentu pada waktunya.
e. Membaca Sebagai Proses Pertumbuhan Keterampilan
Proses perkembnagn keterampilan :
1. Keterampilan itu objektif
Proses perkembangan keterampilan membaca ialah perkembangan keterampilan membaca yang bersifat objektif. Karena dalam perkembangannya tidak terikat pada materi dan metode tertentu ataupun pada tingkatan kelas.
Salah satu bagian terpenting dari proses perkembangan itu ialah identifikasi keterampilan yang kan diajarkan. Jika keterampilan tertentu sudah diidentifikasi, salah satu metode yang jumlahnya itu serta materi yang akan dipakai sudah dapat digunakan untuk mengajarkan kepada anak.
2. Keterampilan Itu Mempunyai Sifat Yang Berlanjut.
Meskipun keterampilan itu tidak terikat, pada tingkatan kelas anak, namun kaitannnya tetap tampak, ini tidak berarti bahwa kita harus mengajarkan konsonan awal sebelum mengajarkan konsonan akhir, anak akan mampu mencari materi sumber secara mandiri seolah menguasai keterampilan-keterampilan bersyarat.
3. Keterampilan Itu Bisa Digeneralisasikan
Disamping objektif dan bertahap, keterampilan itu beòrifat tergeneralisasikan (dapat menerapkannya) kapan saja dan dimana saja jika situasinya menghendaki penggeneralisasian itu. Jika anak itu telah menguasai cara memahami kata secara mandiri. Penggunaan konteks kalimat dalam upaya memahami makna kata merupakan keterampilan yang sama dan tidak terikat pada mata pelajaran yang manapun.
C.Tujuan Membaca
Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi mencakup isi, memahami makna bacaan, makna, arti (meaning) erat berhubungan dengan maksud tujuan/ intensif kita dalam membaca.
a. Membaca untuk menentukan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan sang tokoh atau melalui memecahkan masalah-masalah yang dibuat sang tokoh. Membaca seperti ini disebut perincian-perincian atau fakta-fakta.
b. Membaca untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik yang baik dan merangkumkan hal-hal yang dilakukan sang tokoh untuk mencapai tujuannya. Membaca ini disebut untuk memperoleh ide-ide utama.
c. Membaca untuk menentukan atau menegetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita, adegan-adegan dan kejadian, kejadian buat dramalisasi. Membaca ini disebut untuk mengetahui urutan atau susuanan organisasi cerita
d. Membaca untuk menemukan serta mengetahui menyapa para tokoh merasakan seprti cara mereka itu. Membaca ini disebut untuk menyimpulkan, membaca inferensi.
e. Membaca untuk menemukan serta mengetahui apa-apa yang tidak biasa, tidak wajar mengenai seorang tokoh.
f. Membaca untuk menemukan apakah sang tokoh berhasil atau hidup dengan ukuran-ukuran tertentu. Membaca ini disebut mambaca menilai atau membaca mengevaluasi.
g. Membaca untuk menemukan bagaimana caranya sang tokoh berubah. Membaca ini disebut untuk memperbandingkan atau mempertanyakan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
Membaca merupakan proses yang sangat kompleks. Aktivitas kegiatan membaca semakin jelas tampak pada tingkat membaca yang semakin tinggi. Dengan demikian membaca merupakan interaksi antara pembaca dengan penulis.
Proses membaca tersebut dibicarakan sebagai proses psikologis, proses sensoris, proses perseptual, proses perkembangan, dan proses perkembangan keterampilan.sehingga tercapai sebuah tujuan membaca itu. Dan tujuan utama membaca itu untuk mencari serta memperoleh informasi mencakup isi, memahami makna bacaan, makna, arti (meaning) erat berhubungan dengan maksud tujuan/ intensif kita dalam membaca. Sehingga dapat ditarik kesimpulan dari tujuan membaca itu, agar mencapai puncak dari tujuan membaca.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bagaimana mengenal dan mendalami keterampilan membaca sehingga paham dan trampil membaca dengan benar dan efektif, serta dapat menyusun cara mengajarkan tujuan membaca kepada orang lain untuk melukiskan hal yang terjadi pada waktu seseorang itu membaca. Dalam suatu hal istilah tersebut keliru, sebab sesungguhnya tujuan membaca itu bukanlah proses tunggal. Tetapi merupakan sintesis berbagai proses yang berkulminasi pada suatu kegiatan tertentu.
Tujuan membaca sering kali dianggap sebagai kegiatan yang pasif,. Sebenarnya ada peringkat yang lebih tinggi, melainkan berarti pula memahami, menerima, menolak, membandingkan, dan meyakini pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh seorng pengarang. Tujuan membaca banyak dipengaruhi oleh tingkat kemampuan dan pengalaman yang dimiliki oleh pembaca.
B. Tujuan Penulisan
Upaya untuk memanfaatkan keterampilan dasar dan tujuan tertentu sebagai sarana untuk meningkatkan pengajaran membaca. Makalah ini memfokuskan kepada panduan membaca untuk memahami bahan bacaan kita.
Kita mungkin dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari bahan bacaan tapi seringkali kita kesulitan dalam memahami bacaan tersebut minimal mendekati pemahaman penulis akan lebih baik lagi ketika tingkat pemahaman kita sama dengan penulis. Ketika itu terjadi maka kita telah mencapai tujuan penulis.
C. Kegunaan Makalah
Memberikan informasi tentang tujuan membaca itu sendiri kepada pembaca.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Membaca
Menurut Oni Suryaman membaca adalah symbol sebuah peradaban. Yang membedakan peradaban maju dengan primitif, yaitu antara dengan Negara maju dan berkembang, melihat begitu pentingnya membaca, ia pun dijadikan salah satu indeks bagi pembangunan manusia yang sering dijadikan aturan keberhasilan pembangunan sebuah Negara.
Adapun cara meningkatkan kemampuan membaca berjenjang yaitu Membaca dasar, inspeksional, analitis, dan sintopikal (tematis). Tahapan-tahapan ini harus dijalani secara beruntun untuk maju ketahap berikutnya tanpa menguasai tahapan sebelumnya, setelah tahap-tahap ini maka kita dapat memahami proses membaca dan kemudian mencapai tujuan membaca tersebut.
a. Membaca Dasar
Membaca dasar yaitu mengeja, membaca kata dan kalimat menerjemahkan simbol menjadi sebuah bunyi yang bermakna.
b. Membaca Inspeksional
Membaca Inspeksional adalah membaca sekilas, secara sistematis sambil mengajukan pertanyaan kepada teks yang kita baca dan berusaha menjawabnya selain kita membaca.
c. Membaca Analitis
Inilah membaca dalam arti sesungguhnya , teknik membaca menduduki porsi yang sangat penting karena pada tahapan inilah membaca menjadi aktifitas yang komperenhensif, melibatkan semua semua upaya pikiran, dalam mendalami bacaan.
d. Membaca Sintopikal
Membaca Sintopikal yaitu membaca beberapa buku dalam tema yang sama, membandingkan, menganalisis, menyintesis, mereka menjadi sebuah ide yang baru.
B. Proses Membaca
Membaca merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan kita. Melalui media cetak kita dapat menyerap berbagai informasi yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun arti membaca mempunyai beberapa proses :
a. Membaca Sebagai Proses Psikologi
Kehidupan dan pertunbuhan kita senantiasa dipenuhi dengan kegiatan belajar, karenanya banyak hal kita kuasai yang diperoleh melalui proses belajar, begitu juga halnya dengan kemampuan membaca.
Ada berbagai faktor yang menjadi alasan nyata dalam proses psikologis dalam membaca seperti pada saat membaca kita akan mengetahui tantang kehidupan pada perkembangan diri maupun orang lain dari proses membaca. Seperti saat kita membaca tentang kekurangan gizi, tingkat kesehatan yang rendah, dan lain-lain. Itu berdampak pada psikologis diri kita pada saat membaca, sehingga perasaan dalam diri terbawa saat membaca. Kita merasakan bagaimana jika kita berada ditempat itu.
b. Membaca Sebagai Suatu Proses Sensoris
Membaca merupakan suatu proses sensoris, isyarat dan rangsangan untuk kegiatan membaca dimulai dengan melihat. Kemudian masuk lewat indera penglihatan (mata). Betapapun cerdas, mantap dan siap jiwanya seseorang, tidaklah mungkin bisa belajar membaca jika dia tidak mampu mengenali rangsangan materi yang dibaca. Penjelasan tersebuttidak berarti bahwa orang tersebut cacat tidak dapat belajar membaca. Siapapun mempunyai alat kompensasi yang sangat banyak. Tidak pula dapat dikatakan bahwa ketunanetraan dan ketunarunguan semata-mata yang merupakn penyebab kegagalan membaca. Pernyataan “membaca merupakan sebagai proses sensoris” tidaklah berarti bahwa membaca itu merupakan proses membaca semata-mata. Banyak hal yang terlibat dalam proses membaca dan ketidak mampuan membaca bisa disebabkan oleh berbagai faktor yaitu kepenatan, kebimbangan, kegelisahan, ketidak percayaan terhadap diri sendiri merupakan faktor-faktor yang sering kali berbaur dengan cacat yang diderita sehingga menyebabkan kegagalan membaca.
c. Membaca Sebagai Proses Perseptual
Proses Perseptual mempunyai kaita erat dengan proses sensoris, seperti dalam proses sensoris secara umum persepsi dimulai dengan melihat kemudian masuk lewat indera penglihatan. Namun demikian dalam proses perseptual kita cukup memperhatikan kedua hal yaitu melihat dan mendengar. Sebagai contoh kalau kita melihat sebuah titik hitam pada selembar kertas, maka titik itu tidak mempunyai makna apa-apa bagi kita. Akan tetapi jika titik hitam itu tampak kepada anda diakhir deretan kata-kata yang berbentuk kalimat, maka titik hitam itu mempunyai arti tanda berhenti. Jadi membaca sebagai proses perceptual yaitu persepsi yang berpengaruh dan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang jumlahnya dalam membaca. Kita tahu bahwa proses persepsi itu tidak hanya dipengaruhi oleh pikiran, tetapi kebudayaan, pengalaman, emosi, kematangan, dan bahkan keperibadian.
d. Membaca Sebagai Proses Perkembangan
Membaca itu pada dasarnya merupakan suatu proses perkembangan sepanjang hidup seseorang. Meski membaca itu merupakan proses perkembangan, geraknya tidaklah berada dalam jarak-jarak yang beraturan dan tidak pula tertentu pada waktunya.
e. Membaca Sebagai Proses Pertumbuhan Keterampilan
Proses perkembnagn keterampilan :
1. Keterampilan itu objektif
Proses perkembangan keterampilan membaca ialah perkembangan keterampilan membaca yang bersifat objektif. Karena dalam perkembangannya tidak terikat pada materi dan metode tertentu ataupun pada tingkatan kelas.
Salah satu bagian terpenting dari proses perkembangan itu ialah identifikasi keterampilan yang kan diajarkan. Jika keterampilan tertentu sudah diidentifikasi, salah satu metode yang jumlahnya itu serta materi yang akan dipakai sudah dapat digunakan untuk mengajarkan kepada anak.
2. Keterampilan Itu Mempunyai Sifat Yang Berlanjut.
Meskipun keterampilan itu tidak terikat, pada tingkatan kelas anak, namun kaitannnya tetap tampak, ini tidak berarti bahwa kita harus mengajarkan konsonan awal sebelum mengajarkan konsonan akhir, anak akan mampu mencari materi sumber secara mandiri seolah menguasai keterampilan-keterampilan bersyarat.
3. Keterampilan Itu Bisa Digeneralisasikan
Disamping objektif dan bertahap, keterampilan itu beòrifat tergeneralisasikan (dapat menerapkannya) kapan saja dan dimana saja jika situasinya menghendaki penggeneralisasian itu. Jika anak itu telah menguasai cara memahami kata secara mandiri. Penggunaan konteks kalimat dalam upaya memahami makna kata merupakan keterampilan yang sama dan tidak terikat pada mata pelajaran yang manapun.
C.Tujuan Membaca
Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi mencakup isi, memahami makna bacaan, makna, arti (meaning) erat berhubungan dengan maksud tujuan/ intensif kita dalam membaca.
a. Membaca untuk menentukan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan sang tokoh atau melalui memecahkan masalah-masalah yang dibuat sang tokoh. Membaca seperti ini disebut perincian-perincian atau fakta-fakta.
b. Membaca untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik yang baik dan merangkumkan hal-hal yang dilakukan sang tokoh untuk mencapai tujuannya. Membaca ini disebut untuk memperoleh ide-ide utama.
c. Membaca untuk menentukan atau menegetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita, adegan-adegan dan kejadian, kejadian buat dramalisasi. Membaca ini disebut untuk mengetahui urutan atau susuanan organisasi cerita
d. Membaca untuk menemukan serta mengetahui menyapa para tokoh merasakan seprti cara mereka itu. Membaca ini disebut untuk menyimpulkan, membaca inferensi.
e. Membaca untuk menemukan serta mengetahui apa-apa yang tidak biasa, tidak wajar mengenai seorang tokoh.
f. Membaca untuk menemukan apakah sang tokoh berhasil atau hidup dengan ukuran-ukuran tertentu. Membaca ini disebut mambaca menilai atau membaca mengevaluasi.
g. Membaca untuk menemukan bagaimana caranya sang tokoh berubah. Membaca ini disebut untuk memperbandingkan atau mempertanyakan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
Membaca merupakan proses yang sangat kompleks. Aktivitas kegiatan membaca semakin jelas tampak pada tingkat membaca yang semakin tinggi. Dengan demikian membaca merupakan interaksi antara pembaca dengan penulis.
Proses membaca tersebut dibicarakan sebagai proses psikologis, proses sensoris, proses perseptual, proses perkembangan, dan proses perkembangan keterampilan.sehingga tercapai sebuah tujuan membaca itu. Dan tujuan utama membaca itu untuk mencari serta memperoleh informasi mencakup isi, memahami makna bacaan, makna, arti (meaning) erat berhubungan dengan maksud tujuan/ intensif kita dalam membaca. Sehingga dapat ditarik kesimpulan dari tujuan membaca itu, agar mencapai puncak dari tujuan membaca.
No comments:
Post a Comment