09 December 2010

LINGUISTIK : MORFOLOGI-Morfofonemik

Morfofonemik, disebut juga morfonemik, morfofonologi, atau morfonologi, atau peristiwa berubahnya wujud morfemis dalam suatu proses morfologis, baik afiksasi, reduplikasi maupun komposisi. Perubahan fonem dalam proses merfofonemik ini dapat ber¬wujud: (1) pemunculan fonem (2) pelesapan fonem (3) peluluhan fonem, (4) perubahan fonem, dan (5) pergeseran fonem. Pemunculan fonem dapat kita lihat dalam proses pengimbuhan prefiks me- dengan bentuk dasar baca yang menjadi membaca; di mana terlihat muncul konsonan sengau /m/ Juga dalam proses pengimbuhan sufiks -an dengan bentuk dasar hari yang menjadi /hariyan / di mana terlihat ¬muncul konsonan /y/ yang semula tidak ada. Pelesapan fonem dapat kita lihat dalam proses pengimbuhan akhiran wan pada kata sejarah di mana fonem /h/ pada kata sejarah itu menjadi hilang; juga dalam proses penggabungan kataanak dan partikel -nda di mana fonem /k/ pada kata anak menjadi hilang dan juga dalam pengimbuhan dengan prefiks ber- pada kata renang di mana fonem /r/ dan prefiks itu dihilangkan. Proses peluluhan fonem dapat kita lihat dalam proses pengimbuhan dengan prefiks me- pada kata sikat di mana fonem /s/ pada kata sikat itu diluluhkan dan desenyawakan dengan bunyi nasal /ny/ dan prefiks tersebut. Proses perubahan fonem dapat kita lihat pada proses pengimbuhan prefiks ber- pada kata ajar di mana fonem /r/ dari prefiks itu berubah menjadi fonem /l/. Proses pergeseran fonem adalah pindahnya sebuah fonem dari silabel yang satu ke silabel yang lam biasanya ke silabel berikutnya dalam prose pengimbuhan sufiks /an/ pada kata jawab di mana-fonem /b/ yang semula berada pada silabel /wab/ pindah kesilabel /ban/. Seperti tampak dari namanya, yang merupakan gabungan dari dua bidang studi yaitu morfologi dan fonologi, atau morfoiogi dan fonemik, bidang kajian morfonologi atau morfofonemik ini, meskipun biasanya dibahas dalam tataran morfologi, tetapi sebenamya lebih banyak menyangkut masalah fonologi. Kajian ini tidak dibicarakan dalam tataran fonologi karena masalahnya baru muncul dalam kajian morfologi terutama dalam proses afiksasi reduplikasi dan komposisi. Masalah morfofonemik ini terdapat hampir pada semua bahasa yang mengenal proses-proses morfologis.

No comments: