27 December 2010

Agar Foto Bayi Terlihat Lebih Bagus

Ketika anak saya JJ lahir, yang saya inginkan adalah memotretnya dan merekam sebanyak-banyaknya tentang segala hal yang mulai dikenalnya di dunia yang penuh pesona ini. Saya menggunakan apa saja, kamera sungguhan, kamera praktis yang tinggal diarahkan lalu dibidik, atau bahkan kamera ponsel saya. Saya terus membidik segala yang dijelajahi bayi saya ("Oh, ada bunga!" "Saya bisa menaruh ujung kakiku di dalam mulutku!"). Setiap saat – saat dia tidur atau bermain, tersenyum atau menangis – semuanya berharga dan layak diabadikan.

Di antara ribuan foto yang tersimpan di komputer saya – meskipun tersusun indah menurut peristiwanya, baik kejadian biasa maupun yang luar baisa – namun, hanya beberapa yang memang bagus untuk dibingkai, atau dicetak pada kartu ucapan liburan di akahir tahun. Para ibu dan fotografer memikirkan cara untuk memanfaatkan semaksimal mungkin tahun-tahun yang dianggap "fotogenik" bagi bayi.

Ketepatan waktu sangat penting
Yang paling baik adalah memotret bayi saat mereka bugar – waktu yang ideal di pagi hari setelah mereka makan, cukup tidur dan merasa nyaman. Sejak hari pertama – hingga usia dua minggu, foto bayi yang sedang tidur mungkin bisa menjadi foto bidikan Anda yang terbaik. Bayi akan tampak lucu, meringkuk dan mengantuk - baringkan pada bantal yang lembut atau selimut bayi, lalu potret. Siapkan kamera dan segala sesuatu (penyangga, baterai ekstra) untuk memotretnya sebelum si kecil melakukan kegiatan lain. Semakin cepat Anda memotretnya, semakin kecil kemungkinan bayi Anda menjadi rewel.

Kondisikan agar suasana hati bayi Anda sedang senang
Melihat-lihat buku favorit atau menyanyikan lagu sebelum memotret, agar bayi Anda siap tersenyum lebar di depan kamera. "Sewaktu mengambil foto bayi saya, saya memakai pita berwarna-warni pada lengan saya yang memegang kamera agar dapat terus menarik perhatiannya," kata Monina, fotografer amatir dan ibu dari bayi usia 6 bulan. "Saya juga menyediakan mainan ular yang siap digerakkan saat perhatiannya beralih ke tempat lain. Dan jika bayi mulai lelah, saya berhenti memotret dan mencoba kembali dalam satu atau dua jam kemudian. Buat agar bayi Anda tetap merasa senang, agar Anda tidak mengalami kesulitan untuk memotretnya!"

Buat serba sederhana
Mau memotret foto berwarna? Kenakan pakaian bayi yang berwarna pekat - pola atau model baju yang terlalu ramai bisa mengganggu – dan latar belakang harus rapi. Lagi pula yang menjadi fokus adalah bayi Anda - mainan yang berserakan di lantai ruang keluarga atau serpihan kertas penyeka dalam bingkai akan merusak semuanya. "Kiat favorit saya untuk foto bayi yang bagus yaitu, popok kain + selimut berwarna pekat + rumput hijau," kata Chantal, yang rajin membuat scrapbook dan ibu dari 4 anak. "Sederhana, tapi sungguh cantik. Foto hitam-putih juga boleh dicoba, khususnya untuk foto bayi telanjang!" Saran jitu lainnya: "Buang cap tanggal pada kamera! Foto bayi yang sudah sempurna akan tampak jelek kalau terlihat angka dan huruf merah di sudut foto!"

Perhatikan pula cahaya
Cahaya alami akan lebih baik – jika Anda ingin memotret di luar ruangan, lakukan saat matahari tidak terlalu terik, kalau di dalam ruangan, coba menangkap cahaya dari jendela besar daripada menyalakan lampu di atas kepala. Lampu kilat pada umumnya tidak bagus untuk bayi, karena Anda akan memperoleh foto bayi yang memicingkan matanya atau tampak "terkejut".

Bidik rinciannya
"Bidik jari tangan dan jari kakinya yang mungil – karena, tidak lama lagi jari-jarinya akan bertambah besar!" kata Marcelline, ibu dari 2 anak yang bekerja sebagai fotografer potret keluarga. Salah satu foto favorit dari anak saya yaitu saat dia baru lahir. Saya memotretnya dari jarak dekat sewaktu dia sedang tidur. Sekarang, setiap kali melihat foto ini, saya masih mengagumi bentuk telinganya yang mungil dan pipinya yang montok. Saya juga menyukai gagasan untuk mengambil foto bayi yang 'berskala', misalnya saat usianya satu hari – letakkan tangannya yang mungil pada telapak besar sang ayah. Foto ini untuk mengingatkan Anda betapa mungilnya bayi Anda dulu.

Jika sering mengambil foto bayi, lama-lama Anda akan mahir dan menghasilkan foto yang berkualitas
Setelah sesi pemotretan dimulai, ambil gambar bayi sebanyak-banyaknya. Sebagian kamera digital dilengkapi dengan mode bidikan yang bersinambungan, yang akan membidik serangkaian foto secara beruntun. Semakin banyak foto yang Anda ambil, semakin besar kemungkinan Anda memperoleh beberapa foto yang bagus. Selain itu, Anda juga mungkin akan membidik saat tidak terduga, gaya "paparazzi", dan sering kali foto itu malah yang terbaik dari semuanya.

No comments: