DIKSI
1. Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan makna.
Contoh :
- Mas parto membeli susu sapi.
- Dokter bedah itu sering berpartisipasi dalam sunatan masal.
2. Makna konotasi adalah makna yang bukan sebenarnya yang umumnya bersifat sindiran dan merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan.
Contoh :
- Para petugas gabungan merazia kupu-kupu malam tadi malam (kupu-kupu malam = wts).
- Bu Marcella sangat sedih karena terjerat hutang lintah darat (lintah darat = rentenir).
3. Makna meluas adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata atau leksem yang pada mulanya hanya memiliki sebuah ‘makna’, tetapi kemudian karena berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain.
Contoh :
- kata yang mengalami Perluasan makna yaitu kata kakak, ibu, adik, bapak, dan saudara.
4. Makna menyempit adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya mempunyai makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi terbatas hanya pada sebuah makna saja. Misalnya kata ahli, kata ahli pada mulanya berarti ‘orang yang termasuk dalam satu golongan atau keluarga’ seperti dalam frase ahli waris yang berarti ‘orang yang termasuk dalam satu kehidupan keluarga’, dan juga ahli kubur yang berarti ‘orang yang sudah dikubur ‘. Kini kata ahli sudah menyempit maknanya karena hanya berarti ‘orang yang pandai dalam satu cabang ilmu atau kepandaian’ seperti tampak dalam frase ahli sejarah, ahli purbakala, ahli bedah, dan sebagainya.
5. Makna umum adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang luas dari kata yang lain.
Contoh :
- Masykur senang makan buah-buahan segar.
- Tukang palak itu sering memalak kendaraan umum yang lewat.
- Anak yang cacat fisik dan mental itu tidak punya harta.
6. Makna umum adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang sempit dari kata yang lain.
Contoh :
- Masykur senang makan jamblang segar.
- Tukang palak itu sering memalak bis kopaja yang lewat.
- Anak yang cacat fisik dan mental itu tidak punya rumah.
7. Ameliorasi (berasal dari bahasa latin melor ‘ lebih baik ‘ adalah suatu proses perubahan makna, yaitu makna baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilainya dari arti yang lama.
Contoh :
- Suami lebih baik daripada laki.
- Hamil lebih baik daripada bunting.
8. Peyorasi (berasal dari bahasa latin pejor ‘jelek’) adalah kebalikan dari ameliorasi. Peyorasi yaitu makna baru dirasakan lebih rendah nilainya dari arti yang lama.
Contoh :
- Pelacur lebih kasar daripada tunasusila.
- Tolol lebih kasar daripada kurang cerdas.
9. Sinestesia adalah perubahan makna yang terjadi sebagai akibat pertukaran tanggapan dua indera yang berbeda.
Contoh :
- Suara Dewi sedap didengar.
- Nasihat guru itu asin didengar.
10. Homonim ialah dua kata atau lebih yang tulisan dan bunyinya sama sedang artinya berbeda. Misalnya bisa 'dapat', bisa 'racun', beruang yang berarti 'mempunyai uang', 'mempunyai ruang' dan yang mengandung makna 'nama binatang', serta kopi yang berarti 'sejenis minuman' dan yang bermakna 'salinan'.
Contoh :
- bisa racun => bisa dapat.
- kopi (sejenis minuman) => kopi (salinan).
11.Homofon adalah sejenis homonim, tetapi hanya bunyinya saja yang sama, sedang tulisan dan artinya berbeda.. Seperti kita lihat, homofon yang sama hanya bunyinya.
Contoh :
- masa => massa.
- bang => bank.
- sangsi => sanksi.
12. Homograf, juga merupakan homonim, namun yang sama hanya tulisannya sedang bunyi dan arti berbeda. Misalnya, serang yang berarti 'menyerbu' dan serang yang nama sebuah kota; teras yang bermakna bagian depan rumah' dan teras yang berarti inti.
Contoh :
- apel (buah) dengan apel (upacara).
- serang (perang) dengan serang (kota).
13. Polisemi adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata. Satu kata seperti kata "kepala" dapat diartikan bermacam-macam walaupun arti utama kepala adalah bagian tubuh manusia yang ada di atas leher.
Contoh : " Kepala "
- Guru yang dulunya pernah menderita cacat mental itu sekarang menjadi kepala sekolah smp kroto emas. (kepala bermakna pemimpin).
- Kepala anak kecil itu besar sekali karena terkena penyakit hidrosepalus. (kepala berarti bagian tubuh manusia yang ada di atas).
- Tiap kepala harus membayar upeti sekodi tiwul kepada ki joko cempreng. (kepala berarti individu).
14. Akronim adalah sebuah singkatan yang menjadi sebuah kata tersendiri.
Contoh :
- Kades - Kepala Desa.
- Pelita - Pembangunan Lima Tahun.
- Pemkot - Pemerintah Kota (Kotamadya).
15. Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh :
- laki-laki x perempuan.
- Jeje adalah seorang laki – laki yang hebat.
- Djee adalah seorang wanita yang cantik dan menawan.
16. Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh : Pakaian = Baju.
- Kakak membereskan pakaian yang sudah diangkat.
- Baju yang di pakai oleh Andi bagus sekali.
17. Singkatan adalah gabungan beberapa kata untuk mempermudah penyebutannya. Biasanya singkatan adalah nama organisasi, badan atau suatu kegiatan tertentu.
Contoh :
- Golkar = Golongan karya.
- Parpol = Partai politik.
18. Kata Baru
Merupakan kata yang baru di gunakan dan bersifat mutakhir.
19. Kata serapan atau kata pinjam adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara umum. Bahasa Indonesia menyerap banyak kata dari bahasa-bahasa lain, terutama yang pernah berhubungan langsung dengan Nusantara, baik melalui perdagangan (Sanskerta, Tionghoa, Arab), melalui penjajahan (Portugis, Belanda, Jepang), maupun karena perkembangan ilmu pengetahuan (Inggris).
Contoh :
- Tetapi (dari bahasa Sansekerta tathâpi: namun itulah).
- Mungkin (dari bahasa Arab mumkinun: ).
- Kongko (dari bahasa Hokkien kongko: bercakap).
- Meski (dari bahasa Portugis mas que: walau).
- Bengkel (dari bahasa Belanda winkel: pojok atau toko).
20. Gradasi Merupakan kata peralihan suatu keadaan pada keadaan lain atau tingkat perubahan.
Contoh:
- Dengan cermat ia dapat merinci pelbagai warna pada pelangi.
21. Slang adalah ragam bahasa tidak resmi, dan tidak baku yang sifatnya musiman, dipakai oleh kelompok sosial terteentu untuk komunnikasi intern, dengan maksud, agar yang bukan anggota kelompok tidak mengerti.Slang di ciptakan oleh perubahan bentuk pesan linguistik tanpa mengubah isinya untuk maksud penyembunyian atau kejenakaan, jadi slang bukanlah jika kita berbicara yang seharusnya sebuah bahasa, melainkan hanya transformasi parsial sebagian dari suatu bahasa menurut pola-pola tertentu.
Contoh :
- kata bahasa Indonesia mobil dapat di ubah wujudnya menjadi bo'il, bolim, demobs atau kosmob.
22. Vulgar Merupakan kata yang kasar dan tidak sopan.
Contoh:
- Kelakuan mu seperti Anjing Gila.
23. Jargon adalah istilah (kata atau frasa) yang hanya dipahami oleh kalangan tertentu. Setiap lingkungan ilmuwan dan profesional memiliki jargon-jargonnya sendiri: ahli hukum punya istilah tertentu yang sulit dipahami para dokter, dan sebaliknya. Tiap kementerian atau departemen kita juga memiliki jargon yang hanya dipahami oleh staf atau pegawai departemen bersangkutan.Tak semestinya jargon dipakai dalam berita koran. Ini sama statusnya dengan dialek atau bahasa lokal, yang sebaiknya hanya dipakai sebagai pengecualian dalam komunikasi Bahasa Indonesia.
24. Kata ilmiah, merupakan kata yang biasa digunakan oleh kalangan tertentu dalam situasi tertentu pula. Seperti karya ilmiah, dalam pertemuan-pertemuan resmi, dalam diskusi-diskusi ilmiah dan sebagainya. Berikut ini beberapa contoh kata populer dan ilmiah yang sama maknanya,Kata Populer Kata Ilmiah.
Contoh :
- Sesuai = harmonis.
- Bukti = argument.
- Kiasan = analogi.
25. Hipernim adalah kata-kata yang mewakili banyak kata lain. Kata hipernim dapat menjadi kata umum dari penyebutan kata-kata lainnya. Sedangkan Hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim.
Contoh :
- Hipernim : Ikan.
- Hiponim : Lumba-lumba, tenggiri, hiu, betok, mujaer, sepat, cere, gapih singapur, teri, sarden, pari, mas, nila, dan sebagainya.
Kalimatnya : Ayah sedang memancing ikan di dekat rumah Nenek.
26. Idiom adalah suatu ungkapan (seperti istilah atau frase) yang maknanya tak dapat diturunkan dari definisi langsung dan penyusunan bagian-bagiannya, melainkan merupakan suatu makna tak langsung yang hanya dikenal melalui penggunaan umum. Dalam linguistik, idiom umumnya dianggap merupakan gaya bahasa yang bertentangan dengan prinsip penyusunan (principle of compositionality), walaupun masih terjadi perdebatan mengenai hal tersebut.Idiom dapat membingungkan orang yang belum terbiasa dengannya. Orang-orang yang belajar suatu bahasa baru harus mempelajari ungkapan idiom bahasa tersebut sebagaimana mereka mempelajari kosa kata lain dalam bahasa itu. Pada kenyataannya, banyak kata dalam bahasa alami yang berasal sebagai idiom tapi telah terasimilasi baik sehingga justru kehilangan makna langsungnya.
28. Makna lugas adalah makna yang sesungguhnya dan mirip dengan makna denotatif.
Contoh :
- Olahragawan itu senang memelihara codot hitam.
- Pak Kimung minum teh sisri di pematang sawah.
29. Makna kias adalah makna yang bukan sebenarnya yang sama dengan makna konotatif.
Contoh :
- Pegawai yang malas itu makan gaji buta (makan = menerima).
- Si Kadut senang terbang bersama miras oplosan beracun (terbang = mabok).
30. Makna leksikal adalah makna yang tetap tidak berubah-ubah sesuai dengan makna yang ada di kamus.
Contoh :
- Toko.
- Obat.
- Mandi.
31. Makna gramatikal adalah makna yang dapat berubah sesuai dengan konteks pemakaian. Kata tersebut mengalami proses gramatikalisasi pada pemajemukan, imbuhan dan pengulangan.
Contoh :
- Bersentuhan = saling bersentuhan.
- Berduka = dama keadaan duka.
- Berenam = sekumpulan enam orang.
- Berjalan = melakukan kegiatan / aktivitas jalan.
32. Asosiasi adalah perubahan makna yang terjadi sebagai akibat persamaan sifat.
Contoh :
- Kursi itu telah lama diidam-idamkannya.
33. Bahasa prokem adalah penggunaan kata-kata dalam bahasa yang tidak resmi dan ekspresi yang bukan merupakan standar penuturan dialek atau bahasa.Kata dalam bahasa prokem biasanya kaya dalam domain tertentu, seperti kekerasan, kejahatan dan narkoba dan seks.Bahasa prokem adalah bahasa sandi, yang dipakai dan digemari oleh kalangan remaja tertentu.
Contoh kata bahasa prokem :
- Bokap ‘bapak’
- Bonyok ‘bapak dan ibu’
- Cacing ‘petugas keamanan’
- Cuek ‘tidak acuh’
- Doi ‘dia’
- Doku ‘uang’
1. Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual. Makna pada kalimat yang denotatif tidak mengalami perubahan makna.
Contoh :
- Mas parto membeli susu sapi.
- Dokter bedah itu sering berpartisipasi dalam sunatan masal.
2. Makna konotasi adalah makna yang bukan sebenarnya yang umumnya bersifat sindiran dan merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan.
Contoh :
- Para petugas gabungan merazia kupu-kupu malam tadi malam (kupu-kupu malam = wts).
- Bu Marcella sangat sedih karena terjerat hutang lintah darat (lintah darat = rentenir).
3. Makna meluas adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata atau leksem yang pada mulanya hanya memiliki sebuah ‘makna’, tetapi kemudian karena berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain.
Contoh :
- kata yang mengalami Perluasan makna yaitu kata kakak, ibu, adik, bapak, dan saudara.
4. Makna menyempit adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya mempunyai makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi terbatas hanya pada sebuah makna saja. Misalnya kata ahli, kata ahli pada mulanya berarti ‘orang yang termasuk dalam satu golongan atau keluarga’ seperti dalam frase ahli waris yang berarti ‘orang yang termasuk dalam satu kehidupan keluarga’, dan juga ahli kubur yang berarti ‘orang yang sudah dikubur ‘. Kini kata ahli sudah menyempit maknanya karena hanya berarti ‘orang yang pandai dalam satu cabang ilmu atau kepandaian’ seperti tampak dalam frase ahli sejarah, ahli purbakala, ahli bedah, dan sebagainya.
5. Makna umum adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang luas dari kata yang lain.
Contoh :
- Masykur senang makan buah-buahan segar.
- Tukang palak itu sering memalak kendaraan umum yang lewat.
- Anak yang cacat fisik dan mental itu tidak punya harta.
6. Makna umum adalah makna yang memiliki ruang lingkup cakupan yang sempit dari kata yang lain.
Contoh :
- Masykur senang makan jamblang segar.
- Tukang palak itu sering memalak bis kopaja yang lewat.
- Anak yang cacat fisik dan mental itu tidak punya rumah.
7. Ameliorasi (berasal dari bahasa latin melor ‘ lebih baik ‘ adalah suatu proses perubahan makna, yaitu makna baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilainya dari arti yang lama.
Contoh :
- Suami lebih baik daripada laki.
- Hamil lebih baik daripada bunting.
8. Peyorasi (berasal dari bahasa latin pejor ‘jelek’) adalah kebalikan dari ameliorasi. Peyorasi yaitu makna baru dirasakan lebih rendah nilainya dari arti yang lama.
Contoh :
- Pelacur lebih kasar daripada tunasusila.
- Tolol lebih kasar daripada kurang cerdas.
9. Sinestesia adalah perubahan makna yang terjadi sebagai akibat pertukaran tanggapan dua indera yang berbeda.
Contoh :
- Suara Dewi sedap didengar.
- Nasihat guru itu asin didengar.
10. Homonim ialah dua kata atau lebih yang tulisan dan bunyinya sama sedang artinya berbeda. Misalnya bisa 'dapat', bisa 'racun', beruang yang berarti 'mempunyai uang', 'mempunyai ruang' dan yang mengandung makna 'nama binatang', serta kopi yang berarti 'sejenis minuman' dan yang bermakna 'salinan'.
Contoh :
- bisa racun => bisa dapat.
- kopi (sejenis minuman) => kopi (salinan).
11.Homofon adalah sejenis homonim, tetapi hanya bunyinya saja yang sama, sedang tulisan dan artinya berbeda.. Seperti kita lihat, homofon yang sama hanya bunyinya.
Contoh :
- masa => massa.
- bang => bank.
- sangsi => sanksi.
12. Homograf, juga merupakan homonim, namun yang sama hanya tulisannya sedang bunyi dan arti berbeda. Misalnya, serang yang berarti 'menyerbu' dan serang yang nama sebuah kota; teras yang bermakna bagian depan rumah' dan teras yang berarti inti.
Contoh :
- apel (buah) dengan apel (upacara).
- serang (perang) dengan serang (kota).
13. Polisemi adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata. Satu kata seperti kata "kepala" dapat diartikan bermacam-macam walaupun arti utama kepala adalah bagian tubuh manusia yang ada di atas leher.
Contoh : " Kepala "
- Guru yang dulunya pernah menderita cacat mental itu sekarang menjadi kepala sekolah smp kroto emas. (kepala bermakna pemimpin).
- Kepala anak kecil itu besar sekali karena terkena penyakit hidrosepalus. (kepala berarti bagian tubuh manusia yang ada di atas).
- Tiap kepala harus membayar upeti sekodi tiwul kepada ki joko cempreng. (kepala berarti individu).
14. Akronim adalah sebuah singkatan yang menjadi sebuah kata tersendiri.
Contoh :
- Kades - Kepala Desa.
- Pelita - Pembangunan Lima Tahun.
- Pemkot - Pemerintah Kota (Kotamadya).
15. Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh :
- laki-laki x perempuan.
- Jeje adalah seorang laki – laki yang hebat.
- Djee adalah seorang wanita yang cantik dan menawan.
16. Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh : Pakaian = Baju.
- Kakak membereskan pakaian yang sudah diangkat.
- Baju yang di pakai oleh Andi bagus sekali.
17. Singkatan adalah gabungan beberapa kata untuk mempermudah penyebutannya. Biasanya singkatan adalah nama organisasi, badan atau suatu kegiatan tertentu.
Contoh :
- Golkar = Golongan karya.
- Parpol = Partai politik.
18. Kata Baru
Merupakan kata yang baru di gunakan dan bersifat mutakhir.
19. Kata serapan atau kata pinjam adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara umum. Bahasa Indonesia menyerap banyak kata dari bahasa-bahasa lain, terutama yang pernah berhubungan langsung dengan Nusantara, baik melalui perdagangan (Sanskerta, Tionghoa, Arab), melalui penjajahan (Portugis, Belanda, Jepang), maupun karena perkembangan ilmu pengetahuan (Inggris).
Contoh :
- Tetapi (dari bahasa Sansekerta tathâpi: namun itulah).
- Mungkin (dari bahasa Arab mumkinun: ).
- Kongko (dari bahasa Hokkien kongko: bercakap).
- Meski (dari bahasa Portugis mas que: walau).
- Bengkel (dari bahasa Belanda winkel: pojok atau toko).
20. Gradasi Merupakan kata peralihan suatu keadaan pada keadaan lain atau tingkat perubahan.
Contoh:
- Dengan cermat ia dapat merinci pelbagai warna pada pelangi.
21. Slang adalah ragam bahasa tidak resmi, dan tidak baku yang sifatnya musiman, dipakai oleh kelompok sosial terteentu untuk komunnikasi intern, dengan maksud, agar yang bukan anggota kelompok tidak mengerti.Slang di ciptakan oleh perubahan bentuk pesan linguistik tanpa mengubah isinya untuk maksud penyembunyian atau kejenakaan, jadi slang bukanlah jika kita berbicara yang seharusnya sebuah bahasa, melainkan hanya transformasi parsial sebagian dari suatu bahasa menurut pola-pola tertentu.
Contoh :
- kata bahasa Indonesia mobil dapat di ubah wujudnya menjadi bo'il, bolim, demobs atau kosmob.
22. Vulgar Merupakan kata yang kasar dan tidak sopan.
Contoh:
- Kelakuan mu seperti Anjing Gila.
23. Jargon adalah istilah (kata atau frasa) yang hanya dipahami oleh kalangan tertentu. Setiap lingkungan ilmuwan dan profesional memiliki jargon-jargonnya sendiri: ahli hukum punya istilah tertentu yang sulit dipahami para dokter, dan sebaliknya. Tiap kementerian atau departemen kita juga memiliki jargon yang hanya dipahami oleh staf atau pegawai departemen bersangkutan.Tak semestinya jargon dipakai dalam berita koran. Ini sama statusnya dengan dialek atau bahasa lokal, yang sebaiknya hanya dipakai sebagai pengecualian dalam komunikasi Bahasa Indonesia.
24. Kata ilmiah, merupakan kata yang biasa digunakan oleh kalangan tertentu dalam situasi tertentu pula. Seperti karya ilmiah, dalam pertemuan-pertemuan resmi, dalam diskusi-diskusi ilmiah dan sebagainya. Berikut ini beberapa contoh kata populer dan ilmiah yang sama maknanya,Kata Populer Kata Ilmiah.
Contoh :
- Sesuai = harmonis.
- Bukti = argument.
- Kiasan = analogi.
25. Hipernim adalah kata-kata yang mewakili banyak kata lain. Kata hipernim dapat menjadi kata umum dari penyebutan kata-kata lainnya. Sedangkan Hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim.
Contoh :
- Hipernim : Ikan.
- Hiponim : Lumba-lumba, tenggiri, hiu, betok, mujaer, sepat, cere, gapih singapur, teri, sarden, pari, mas, nila, dan sebagainya.
Kalimatnya : Ayah sedang memancing ikan di dekat rumah Nenek.
26. Idiom adalah suatu ungkapan (seperti istilah atau frase) yang maknanya tak dapat diturunkan dari definisi langsung dan penyusunan bagian-bagiannya, melainkan merupakan suatu makna tak langsung yang hanya dikenal melalui penggunaan umum. Dalam linguistik, idiom umumnya dianggap merupakan gaya bahasa yang bertentangan dengan prinsip penyusunan (principle of compositionality), walaupun masih terjadi perdebatan mengenai hal tersebut.Idiom dapat membingungkan orang yang belum terbiasa dengannya. Orang-orang yang belajar suatu bahasa baru harus mempelajari ungkapan idiom bahasa tersebut sebagaimana mereka mempelajari kosa kata lain dalam bahasa itu. Pada kenyataannya, banyak kata dalam bahasa alami yang berasal sebagai idiom tapi telah terasimilasi baik sehingga justru kehilangan makna langsungnya.
28. Makna lugas adalah makna yang sesungguhnya dan mirip dengan makna denotatif.
Contoh :
- Olahragawan itu senang memelihara codot hitam.
- Pak Kimung minum teh sisri di pematang sawah.
29. Makna kias adalah makna yang bukan sebenarnya yang sama dengan makna konotatif.
Contoh :
- Pegawai yang malas itu makan gaji buta (makan = menerima).
- Si Kadut senang terbang bersama miras oplosan beracun (terbang = mabok).
30. Makna leksikal adalah makna yang tetap tidak berubah-ubah sesuai dengan makna yang ada di kamus.
Contoh :
- Toko.
- Obat.
- Mandi.
31. Makna gramatikal adalah makna yang dapat berubah sesuai dengan konteks pemakaian. Kata tersebut mengalami proses gramatikalisasi pada pemajemukan, imbuhan dan pengulangan.
Contoh :
- Bersentuhan = saling bersentuhan.
- Berduka = dama keadaan duka.
- Berenam = sekumpulan enam orang.
- Berjalan = melakukan kegiatan / aktivitas jalan.
32. Asosiasi adalah perubahan makna yang terjadi sebagai akibat persamaan sifat.
Contoh :
- Kursi itu telah lama diidam-idamkannya.
33. Bahasa prokem adalah penggunaan kata-kata dalam bahasa yang tidak resmi dan ekspresi yang bukan merupakan standar penuturan dialek atau bahasa.Kata dalam bahasa prokem biasanya kaya dalam domain tertentu, seperti kekerasan, kejahatan dan narkoba dan seks.Bahasa prokem adalah bahasa sandi, yang dipakai dan digemari oleh kalangan remaja tertentu.
Contoh kata bahasa prokem :
- Bokap ‘bapak’
- Bonyok ‘bapak dan ibu’
- Cacing ‘petugas keamanan’
- Cuek ‘tidak acuh’
- Doi ‘dia’
- Doku ‘uang’
No comments:
Post a Comment